Kebiasaan 2 min read
kebiasaan bisa membawa kita ke arah yang lebih baik, menghalangi kita, atau justru membuat kita mundur.
kalau kita mau jujur, sebetulnya kita tahu apa saja yang menjadi kebiasaan kita.
Warren Buffett lebih blakblakan soal kebiasaan. ia mengatakan dengan nada yang agak keras di depan para mahasiswa yang mendengarkan pesan yang ia sampaikan,
“I see people with these self-destructive behavior patterns. They really are entrapped by them.”
“You can get rid of it a lot easier at your age than at my age, because most behaviors are habitual. The chains of habit are too light to be felt until they are too heavy to be broken.”
terjemahan bahasa indonesianya:
“Saya melihat orang-orang yang terjebak dalam pola perilaku yang merusak diri sendiri. Mereka benar-benar terperangkap di dalamnya.”
“Anda bisa melepaskan diri dari itu jauh lebih mudah di usiamu dibanding di usiaku, karena sebagian besar perilaku sudah menjadi kebiasaan. Rantai kebiasaan itu begitu ringan hingga tak terasa, sampai akhirnya terlalu berat untuk diputuskan.”
anda bisa menghilangkan kebiasaan buruk pada usia berapapun yang anda mau.
tapi masalahnya satu: langkah pertama adalah yang paling berat, yaitu anda harus berani mengakui bahwa anda punya kebiasaan kurang baik tersebut.
anda harus berani mengambil keputusan untuk menindih kebiasaan yang lama dengan kebiasaan yang baru, dan anda harus punya komitmen tanpa ampun untuk menerapkan kebiasaan yang baru.