Elon Musk sukses bukan karena pintar 2 min read

yang mengatakan ini bukan saya, tetapi Jim Cantrell1.

Jim Cantrell adalah founding team (team pendiri awal) dari SpaceX, yang sejak awal turut membangun SpaceX bersama Musk.

jadi kalau bukan karena kepintaran, lalu apa yang membuat Musk sukses?

pandangan Jim

ini perkataan dari Jim:

“la sukses bukan karena visinya yang hebat, bukan karena ia luar biasa cerdas, bukan karena ia bekerja sangat keras. Semua hal itu benar.

Satu perbedaan penting yang membuatnya menonjol adalah ketidakmampuannya untuk mempertimbangkan kegagalan.

Hal itu sama sekali tidak ada dalam proses berpikirnya. la tidak dapat membayangkan kegagalan dan itu sungguh luar biasa.”

“… la tidak dapat membayangkan TIDAK berhasil dan itu adalah sifat yang sangat penting yang akhirnya membawanya pada kesuksesan.”

versi bahasa inggrisnya:

“He is successful not because his visions are grand, not because he is extraordinarily smart, not because he works incredibly hard. All of those things are true.

The one major important distinction that sets him apart is his inability to consider failure.

It simply is not even in his thought process. He cannot conceive of failure and that is truly remarkable.”

“… He can’t imagine NOT succeeding and that is a very critical trait that leads him ultimately to success.”

jadi menurut Jim: Musk sukses karena proses berpikir yang tak dapat membayangkan akan tidak berhasil.

ya, ini adalah opini Jim.
tapi ini adalah opini yang patut kita pertimbangkan.

resiko kegagalan

berapa banyak dari kita yang, ketika memulai suatu usaha takut akan gagal?

saya rasa Musk bukan tidak tahu kalau ada resiko kegagalan.
tetapi Musk begitu terfokus, sehingga ia mengupayakan segala cara, setiap cara yang mungkin dikerjakan untuk membuat apa yang dikerjakan menjadi berhasil.

trait

Musk memastikan bahwa apa yang dikerjakannya *harus* berhasil.

saya tidak tahu ini namanya “trait” apa kalau harus dirangkum dalam 1 istilah. apa nama karakteristik atau nama sifatnya.

dibilang fokus ya bukan,
dibilang strong-willed bukan,
dibilang effort juga bukan.

tapi sifat “tak dapat membayangkan kegagalan” seperti ini-lah yang dikatakan membuat Musk bisa sukses — setidaknya menurut Jim.

inside out

lagi menurut saya,

apa yang dihasilkan di luar (seperti perilaku) itu asal muasalnya adalah dari dalam.
dan perilaku Musk ini, saya rasa didorong oleh hal dari dalam,
dan hal itu bernama: self-belief yang sangat kuat.

yang saya akan selalu penasaran — dari mana, atau bagaimana ceritanya, sampai Musk bisa punya self belief yang sangat sangat kuat ini …

  1. How did Elon Musk learn enough about rockets to create and run SpaceX? ↩︎


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *