Budaya Standar Tinggi Amazon 2 min read
Menciptakan standar tinggi sebagai kultur perusahaan (ala Bezos).
Menurut Bezos, membangun “standar yang tinggi” sebagai sebuah kultur perusahaan akan membutuhkan usaha tetapi “worth the effort” karena ada banyak keuntungan.
Ada 4 karakteristik untuk “standar tinggi”, yaitu:
- Standar tinggi ini dapat diajarkan.
- Standar tinggi itu spesifik ke area tertentu (standar tinggi untuk CS beda dengan standar tinggi untuk produksi, misalnya).
- Standar tinggi itu dapat dicari-tahu, dikenali, dan dipetakan: bisa dibuat daftarnya hal apa saja yang perlu ditingkatkan.
- Standar tinggi harus secara eksplisit (terbuka/terang-terangan) diajarkan/dilatih ruang lingkupnya. (Pengertian saya: dapat dibuat target, standar yang tinggi itu hasil yang dapat diterima adalah dari pencapaian sekian s/d sekian).
Bezos juga mengatakan bahwa standar tinggi dapat dianggap sebagai sebuah “skill” atau keahlian, dan tidak akan dapat dicapai dalam 2 minggu — tetapi akan perlu waktu yang lama, misalnya 6 bulan, yaitu dengan cara dilatih/dipraktekkan terus-menerus setiap hari.
Standar tinggi tidak dapat dicapai dengan dorongan kerja keras sesaat: kalau dipaksakan dilakukan dan dikuasai dalam 2 minggu, yang terjadi justru akan capek dan berhenti.

Tetapi seperti keahlian dalam olahraga, perlu dikomunikasikan dan dilatih terus menerus, ditingkatkan secara bertahap secara realistis, dalam jangka waktu yang lama.
Singkatnya:
“High standard” bukanlah sesuatu yang abstrak/sebatas konsep belaka, tetapi bisa dipetakan secara spesifik & detail, dan dapat ditingkatkan & diukur.