Budaya Serigala 1 min read

Budaya Serigala

  1. perusahaan harus sadar risiko tetapi tidak takut risiko
    (serigala bergerak cepat dan menghabiskan banyak energi, sehingga selalu berada di ambang kelaparan).
  2. perusahaan harus memiliki kepekaan tajam terhadap peluang pasar
    (seperti serigala yang dapat mencium mangsa).
  3. karyawan harus mampu melakukan serangan spontan pada saat yang tepat,
    seperti kawanan serigala yang bisa menyerang secara terkoordinasi tanpa perlu instruksi dari pemimpin mereka.
  4. perusahaan harus bekerja bersama sebagai satu tim secara alami, seperti halnya serigala
    (serigala saling membantu dan mendukung tanpa harus diminta atau diperintah).

Budaya Kelinci

  1. Kelinci mudah bergaul dengan siapa pun dan disukai banyak orang, tetapi mereka tidak menghasilkan hasil nyata.
    Kelinci sangat suka berkembang biak, sehingga mereka selalu mencari sesama kelinci untuk menciptakan lebih banyak kelinci dan membangun “sarang kelinci” yang akan menghabiskan sumber daya serta peluang di sebuah departemen.
  2. Jika departemen inti di perusahaan berubah menjadi sarang kelinci, maka muncullah “budaya kelinci,” dan perusahaan kehilangan kekuatan tempur serta peluang pasar.
  3. Kelinci tidak memiliki pola pikir menyerang seperti serigala.
    Mereka hidup dari hari ke hari, mudah puas, dan santai memakan rumput.
    Tidak ada kekuatan mental atau ketangguhan di dalamnya.

sumber:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *