Bagaimana sikap founder seharusnya 5 min read

menjadi seorang founder sering kali berarti akan mengalami masa-masa roller-coaster.

dalam suatu saat seorang founder mungkin tidak punya apa-apa dan direndahkan orang, namun ketika apa yang dikerjakannya berhasil ia akan bertemu dengan orang-orang besar.

dan bisnis yang dikerjakannya juga bisa mengalami masalah, atau ia dikhianati atau ditinggalkan orang yang dipercaya.

IF–

salah satu hal yang ingin saya capai sebagai founder itu tertuang dalam sebuah puisi berjudul “IF –” karya dari Rudyard Kipling.

If you can keep your head when all about you
Are losing theirs and blaming it on you,
If you can trust yourself when all men doubt you,
But make allowance for their doubting too;
If you can wait and not be tired by waiting,
Or being lied about, don’t deal in lies,
Or being hated, don’t give way to hating,
And yet don’t look too good, nor talk too wise:

If you can dream—and not make dreams your master;
If you can think—and not make thoughts your aim;
If you can meet with Triumph and Disaster
And treat those two impostors just the same;
If you can bear to hear the truth you’ve spoken
Twisted by knaves to make a trap for fools,
Or watch the things you gave your life to, broken,
And stoop and build ’em up with worn-out tools:

If you can make one heap of all your winnings
And risk it on one turn of pitch-and-toss,
And lose, and start again at your beginnings
And never breathe a word about your loss;
If you can force your heart and nerve and sinew
To serve your turn long after they are gone,
And so hold on when there is nothing in you
Except the Will which says to them: ‘Hold on!’

If you can talk with crowds and keep your virtue,
Or walk with Kings—nor lose the common touch,
If neither foes nor loving friends can hurt you,
If all men count with you, but none too much;
If you can fill the unforgiving minute
With sixty seconds’ worth of distance run,
Yours is the Earth and everything that’s in it,
And—which is more—you’ll be a Man, my son!

Versi bahasa Indonesia

kalau diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia, kira-kira akan menjadi seperti ini:

Jika Anda bisa menjaga kepala Anda ketika semuanya adalah tentang Anda
Walau mereka marah mereka dan menyalahkan Anda,
Jika Anda bisa mempercayai diri sendiri saat semua orang meragukan Anda,
Tapi tetap memperbolehkan mereka untuk meragukan anda;
Jika Anda bisa menunggu dan tidak menjadi lelah dengan menunggu,
Atau dibohongi, tetapi tidak berurusan dengan kebohongan,
Atau dibenci, tetapi tidak memberi jalan untuk kembali membenci,
Namun jangan terlihat terlalu baik, ataupun berbicara terlalu bijak:

Jika Anda bisa bermimpi — dan tidak menjadikan mimpi sebagai tuan Anda;
Jika Anda dapat berpikir — dan tidak menjadikan pikiran sebagai tujuan Anda;
Jika Anda dapat bertemu dengan Kejayaan dan Bencana
Dan memperlakukan kedua penipu itu dengan cara yang sama;
Jika Anda tahan mendengar kebenaran yang Anda ucapkan
Dipelintir oleh bajingan sebagai jebakan bagi orang bodoh,
Atau memperhatikan hal-hal yang telah Anda berikan dengan seluruh hidupmu, menjadi rusak,
Dan membungkuk dan membangunnya kembali dengan alat usang:

Jika Anda dapat membuat sebuah tumpukan dari semua kemenangan Anda
Dan merisikokannya pada satu kali pertaruhan lemparan koin di udara,
Dan kalah, dan mulai dari titik pertama kembali
Dan tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun tentang kehilangan Anda;
Jika Anda bisa memaksa hati dan saraf dan otot Anda
Untuk menjalani giliran Anda lama setelah mereka pergi,
Dan terus bertahan ketika sudah tidak mempunyai apa-apa lagi dalam dirimu
Kecuali sebuah Kehendak yang mengatakan kepada mereka: ‘bertahanlah!’

Jika Anda dapat berbicara dengan para orang banyak dan menjaga nilai-nilai kebaikan Anda,
Atau ketika berjalan bersama Raja — dan tidak kehilangan sentuhan sebagai sesamamu manusia,
Jika baik lawan atau kawan yang penuh kasih tidak dapat menyakiti Anda,
Jika semua orang diperhitungkan bersama dengan Anda, tetapi tidak terlalu banyak;
Jika Anda dapat mengisi si menit yang tak kenal ampun
Dengan lari yang bernilai enam puluh detik penuh,
Maka milikmulah adalah Bumi dan segala isinya,
Dan — yang lebih daripada itu — kamu akan menjadi seorang Pria, anakku!

Refleksi diri

bagi saya puisi ini memiliki makna yang bagus sekali. mendalam.

banyak orang pribadinya menjadi berubah ketika ia dalam kesuksesan — atau dalam kejatuhan. puisi ini memberikan refleksi pada diri kita: apakah kita mengenal diri kita yang sebenarnya?

apakah kita akan lepas kendali ketika kita sukses? atau hancur ketika gagal? akankah situasi yang di luar kita mendefinisikan siapa diri kita?

dapatkah kita memperlakukan Triumph & Disaster just the same?

apakah ketika kita berbicara di depan khalayak ramai kita akan tergoyahkan oleh tuntutan mereka dan mengubah pendirian kita? atau ketika kita berbicara dengan seseorang yang populer kita jadi seperti pribadi yang sepenuhnya berbeda, berusaha menyenangkan orang itu dan mencari muka — dan tidak lagi menjadi diri kita yang biasanya?

di dalam hidup ini, kita harus memiliki prinsip. pendirian. kita harus memiliki karakter.

apakah kita akan menggoncangkan dunia, atau justru akan digoncangkan dunia?
waktu dan situasilah yang akan menjawabnya.

mungkin akan menarik untuk dapat terus mengunjungi puisi ini secara berkala dalam hidup kita. karena dari waktu ke waktu kitapun perlu merefleksi tentang siapa diri kita sebenarnya.

July 24, 2018



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *