Your Margin is my opportunity 4 min read

kata-kata ini dilontarkan oleh Bezos ketika ia mendirikan Amazon. semua orang tahu.

tapi tahukah anda, kata-kata ini hampir selalu relevan bagi startup dan bisnis apapun, kapanpun? bukan hanya Bezos yang dapat melakukannya, tetapi startup lain-pun yang menantang bisnis konvensional juga bisa.

startup adalah ancaman bagi perusahaan besar, karena perusahaan besar tidak bisa beroperasi pada margin setipis startup.

lho kok bisa?

bukannya korporasi kalau mau membunuh startup itu, dia (korporasi) tinggal menurunkan marginnya; price dumping; jual harga rugi; sehingga startupnya nanti akan mati sendiri.

oh tidak semudah itu ferguso.

untuk mengetahui kenapa korporasi tidak akan melakukan itu, kita harus melihat bagaimana struktur uang korporasi itu bekerja.

Para Pemegang Saham yang menjadi penghalang

korporasi biasanya memiliki banyak pemegang saham. atau istilah kerennya: investor.

investor bisa mengambil uang mereka (menjual saham mereka) kalau korporasi tersebut tidak lagi memberikan keuntungan bagi mereka, dan investor akan menaruhnya pada perusahaan lain yang lebih berprospek.

terlebih lagi perusahaan publik (yang sudah IPO), maka harga sahamnya akan ditentukan dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan per quarter (periode 3 bulanan). Perusahaan yang bagus didorong untuk memberikan keuntungan yang diharapkan terus meningkat dari quarter ke quarter.

itu sebabnya juga Adxxx, yang sudah menjual software-nya dengan harga mahal (one-time purchase), akhirnya masih mengganti harga software-nya menjadi biaya berlangganan 500rb/bulan (bisnis) — meski mendapatkan protes dan komplain dari banyak penggunanya.

harga software-nya sekarang adalah sekitar 6jt per tahun. mau beli program Phxxxxxxx versi lama yang hanya 1x beli sudah ditutup semua jalannya oleh si perusahaan. bahkan kalau menggunakan fitur tertentu di aplikasinya, kita masih harus nambah sekian USD lagi per bulan.

tapi mengapa ini semua bisa terjadi?

ini semua disebabkan karena struktur pendanaan korporasi yang sumbernya berasal dari investor (pemegang saham).

investor ga mau tahu bagaimana aktivitias bisnis korporasi, pokoknya ia harus cuan. harga saham harus naik, atau, ia mendapatkan dividen.

jadi yang namanya korporasi tidak akan punya pilihan lain selain terus beroperasi pada margin keuntungannya yang lama. minimal margin keuntungan harus sama, karena kalau margin keuntungan diturunkan, nilai perusahaan anjlok, investor kabur, dan eksistensi perusahaan menjadi tanda tanya.

Simalakama

ini juga sebabnya bisnis cuci cetak Kodak mati oleh hadirnya fotografi digital: sebagai perusahaan publik, KODK tidak mau mengkanibalisasi industri fotografi lamanya yang marginnya tinggi, dengan fotografi digital yang artinya tidak perlu memberikan keuntungan dari bisnis cuci-cetak foto.

mudah bagi orang luar untuk menghakimi, tetapi andaikata anda berada posisi manajemen puncak dari KODK pada waktu itu, andaikata anda mau mengeksekusi produk fotografi digital-pun (yang tidak menguntungkan investor), pada akhirnya akan dihalangi oleh investor pula.

menjelaskan tentang perkembangan teknologi ke investor yang hanya ngerti dunia keuangan itu sudah sulit. belum lagi kalau harus menjelaskan ke partner-partner perusahaan dan rekanan bisnis cuci-cetak foto mereka.

investor sebagai pemegang saham punya hak untuk mengganti manajemen dengan orang-orang baru yang mau sejalan dan memberikan keuntungan bagi mereka. kalau Board of Directors ga mau mengganti manajemennya, ya BoD-nya yang diganti oleh investor (pemegang saham) lewat RUPS.

so either way it’s a dead end. memang beginilah dunia kapitalisme.

Problematika melawan Startup

korporasi mau banting harga melawan startup? bisa-bisa mayoritas sahamnya dijual investor. dan hancurlah pondasi keuangan perusahaan.

karena itu korporasi yang sudah menetapkan suatu margin keuntungan layanan/produk, sulit bagi mereka untuk tiba-tiba melakukan revisi harga, apalagi kalau marginnya harus dibikin turun seperti margin startup.

perusahaan level korporasi harus menurunkan harga jual mereka secara keseluruhan hanya untuk bersaing dengan perusahaan kecil? yang benar saja! kerugian yang harus ditanggung akan menjadi sangat besar.

karena itulah startup dapat beroperasi pada margin keuntungan yang tidak dapat dijangkau oleh korporasi.

itu sebabnya pula Bezos, yang sebelum Amazon berdiri berprofesi sebagai hedge fund manager, mencetuskan ucapannya yang kemudian menjadi terkenal di seluruh dunia.

karena memang, Startup dapat — dan selalu bisa — beroperasi pada margin keuntungan yang tidak akan pernah dapat dijangkau oleh Perusahaan konvensional.

Startup are playing in the untouchable area.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *