Hacker Hipster Hustler 3 min read
belakangan sering muncul istilah ini untuk menggolongkan peran team inti awal dari startup digital.
come in three
saking populernya konsep penggolongan ini, tidak jarang dalam event kompetisi startup disyaratkan team-nya harus wajib terdiri dari 3 jenis peran ini, seperti 1000SD, oleh 3 orang yang berbeda (meskipun sebenarnya di lapangan tidak jarang dijumpai orang-orang yg bisa menguasai 2 peran sekaligus).
Hipster: hal design, user-experience & kreatif.
Hacker: hal teknis, CTO.
Hustler: hal bisnis, CEO.
ke 3 istilah instagrammable ini terdengar indah di telinga, semua berawalan dengan “H” dan diakhiri “er”.

who need the hipster anyway?
sayangnya kalau saya harus memilih 3 peran awal untuk startup saya, saya akan memilih peran: Hustler, Hacker & Growth Hacker.
no offense buat pembaca yang sudah punya peran sebagai Hipster1;
beberapa jenis startup memang memerlukan peran Hipster.
tapi ada startup seperti Paypal dan startup Fintech seperti Modalku/KoinWorks dll (yang lebih membutuhkan orang yang punya latar belakang finance), dan beberapa jenis startup fungsional lainnya, mereka tidak terlalu membutuhkan peran design.
dengan moderate design sekalipun Startup tersebut tetap bisa berjalan, selama designnya tidak kelewat jelek.
growth hacker
saya pribadi lebih menyukai peran dari Growth Hacker yang bertugas untuk meningkatkan jumlah user sebanyak-banyaknya, sisi marketing.
Growth Hacker ini beda dengan “Hacker” doank yang berperan di teknis, meskipun namanya mirip.
Growth Hacker yang memiliki latar belakang profesi sebagai Internet Marketer akan bisa lebih berpotensi apabila mereka termasuk dalam salah 1 team inti Startup. apalagi banyak IM’er yang terbukti sukses mengubah user menjadi customer.
karena seharusnya lebih prioritas bagi Startup untuk dapat digunakan oleh [banyak] users (dengan design biasa saja) daripada harus tampil cantik (tapi user-nya tidak banyak).
optional
pada akhirnya, peran Hipster tetap akan dibutuhkan dalam Startup, tetapi Hipster seharusnya bersifat optional, tidak [selalu] diperlukan di awal, seperti halnya peran Accountant (no offense for accountants).
kalau konsep Hacker Hustler Hipster ini harus dijadikan syarat untuk penyusunan team inti awal Startup, maka akan tidak sedikit Startup yg bisa memiliki team inti yang tidak optimal, karena tidak setiap Startup membutuhkan peran Hipster.
hipster founder
berbeda dengan solo founder (founder utama) yang berasal dari Hacker (Zuck) atau Hustler (Bezos) atau Hacker-Hustler (Gates) yang ada banyak contoh di pasaran, saya agak kesulitan kalau harus mencari contoh untuk solo founder Hipster.
kandidat solo founder Hipster terdekat yg bisa saya temukan adalah Steve Jobs, dan Melanie Perkins (founder Canva) meskipun ini juga masih dapat diperdebatkan karena mereka memiliki sisi Hustler juga.
closing
bagaimana dengan anda: 3 peran awal seperti apakah yang [pernah] anda butuhkan untuk Startup anda?
- saya tidak ada dendam dengan Hipster ↩︎