mindset yang benar untuk bekerja sama dengan investor 6 min read
beberapa tahun yang lalu saya sempat membaca di Quora ada seorang user bertanya:
“bagaimana cara saya supaya bisa memiliki 100% bisnis saya dan kemudian bisa mengambil kepemilikan mereka yang menjadi investor saya?”
ketika itu seorang user Quora lainnya, kalau tidak salah David S Rose, mengatakan bahwa:
“itu bukanlah mindset yang benar untuk kerja sama dengan investor”
dan juga,
“saya beruntung saya bukanlah orang yang jadi investormu’l
saya setuju dengannya.
mindset kerjasama yang benar
ketika anda bekerja sama dengan investor, anda harus punya pikiran bahwa:
- mereka sangat mungkin akan ada bersama anda selamanya di bisnis anda.
- anda harus terus menghasilkan keuntungan buat mereka, seperti “janji” anda pertama kali ketika mengajak mereka masuk ke bisnis anda.
- anda harus memperlakukan mereka dengan baik. anda tidak boleh memaksa investor dengan kasar
sekali anda memperlakukan mereka dengan buruk, ini akan jadi cerita yang menyebar ke kalangan investor lainnya, dan tak akan ada lagi orang yang mau invest ke anda.
bermain cantik
seperti kata E, salah satu investor pertama saya, anda harus bermain cantik.
kalau anda tidak ingin investor melakukan tindakan apa yang mereka lakukan ke anda, seharusnya anda sudah membatasinya itu jauh-jauh hari di perjanjian SHA (baca postingan saya sebelumnya) yang juga disetujui oleh investor, bukannya komplain belakangan.
bermain cantik dengan investor, artinya kerjasama investasi itu bisa didesain dari awal sehingga bisa
saling menguntungkan.
kisah
saya pernah membaca sebuah kisah, katakanlah ada A dan B.
A adalah investor, B adalah eksekutor di lapangan.
mereka menjalankan usaha makanan. A invest 70% modal. B bekerja dan dapat 30% dan semua hal dikerjakan oleh B. sedangkan A 100% pasif.
B bekerja dengan baik, hingga berhasil mengembangkan bisnisnya menjadi hampir 100 cabang.
tetapi porsi A tetap 70%, B 30%.
seberapa keras B bekerja, A akan selalu lebih kaya.
bagi saya, ini kondisi menyedihkan.
kerjasama bisnis tidak harus berakhir dengan demikian.
tidak pernah ada aturan baku yang menyebutkan porsi kepemilikan bisnis harus tetap selalu sama seperti komposisi awal.
musk
di Tesla misalnya: Elon Musk menjadi CEO. orang lain invest.
apa skema perjanjian yang menjadikan Musk orang terkaya di dunia?
skemanya adalah, kalau Musk berhasil mengembangkan Tesla sehingga:
- market capitalization-nya naik 11x lebih besar
- revenue naik 15x lebih besar
- EBITDA naik 90x lebih besar
maka Elon Musk akan berhak mendapatkan bonus yaitu saham 12% dari jumlah semua saham yang beredar. istilahnya ini adalah “CEO Performance Bonus.” yaitu bonus yang terikat pada kinerja.
dan Elon Musk pun menggunakannya ulang untuk skema bonus tahap-2 di Tesla. entah ia akan bisa jadi seberapa kaya di masa depan, yang pasti sangat kaya.
umkm juga sama
konsepnya juga sama untuk perusahaan kecil.
eksekutor (founder, CEO) bisa dapat saham lebih banyak, sehingga jadi lebih kaya, apabila ia berhasil membawa bisnisnya ke level yang jauh lebih tinggi.
dengan jalan ini founder pekerja bisa jadi kaya raya;
dan investor-pun tetap akan puas.
karena meskipun secara persentase para investor mendapatkan kenaikan nilai yang lebih kecil daripada si founder, tetapi secara nominal investasi mereka sudah retum (ROI) berkali-kali lipat.
bonus berdasarkan milestones
sebagai founder anda bisa meminta bonus saham apabila berhasil mencapai milestones tertentu.
misalnya ketika perusahaan ekspansi ke luar negri, anda dapat bonus saham x%.
ketika perusahaan IPO, anda dapat bonus saham y%. dan seterusnya.
sehingga anda akan bisa kaya raya dari saham, dan investor-pun rela memberikan bonus tersebut,
karena dari kacamata investor, adalah lebih baik:
dalam jangka waktu 10 tahun bisa dapat retum dalam nominal 1 triliun yang dikurangi bonus 20% bagi si founder, dibandingkan dalam 10 tahun dapat return dalam nominal 10 miliar karena memberi bonus 0% ke founder.
kalau anda setuju dan menginginkan hal-hal seperti demikian, akan lebih baik kalau itu sudah anda tuliskan sejak awal di perjanjian kerjasama dengan investor; karena tidak semua investor akan bisa menerima kalau perjanjiannya diubah di tengah jalan.
skema
ada banyak skema perjanjian dengan investor yang bisa dibuat.
misalnya investor mendapatkan return lebih besar terlebih dahulu dari penjualan hingga ia BEP, dimana ini cocok untuk profil investorjangka pendek.
atau kalau anda yakin bisa perform bagus dan ingin keuntungan maksimal sebagai founder, maka bisa membatasi return (ROI cap) sama seperti perusahaan OpenAl yang membatasi ROI investor maksimal 100x lipat (mungkin skema anda bisa lebih rendah) dan setelah itu setiap kelebihan keuntungannya semua masuk ke founder/perusahaan.
atau bisa juga setiap ada outlet yang perform dengan hasil di atas standar pencapaian yang anda tetapkan, maka sebagian (besar?) keuntungannya masuk ke anda — ini cocok untuk bisnis yang sudah pasti seperti minimarket, di mana investornya lebih suka pada return yang stabil, sehingga anda bisa kaya raya dari kinerja di atas standar.
atau seperti salah satu perusahaan taxi di indonesia di mana pihak manajemennya mendapatkan pemasukan pasti dari sekian persen pemasukan kotor perusahaan.
kontrol
selain bagaimana anda bisa bermain dengan ROI dan bonus, sebagai founder anda juga bisa bermain dengan kontrol perusahaan.
ruang gerak investor dibatasi. mereka cukup sebagai penumpang. mereka boleh memberikan saran, namun bukan instruksi. anda tetap adalah nahkodanya.
kalau anda rencana ke arah IPO, bagian ini bisa dibuat dengan sangat detail.
stakeholder
bedakan juga antara pemegang saham umum dengan stakeholder (stakeholder = pemangku kepentingan, pemegang saham dengan nilai besar)
misalnya,
hanya investor dengan kepemilikan saham di atas X% dengan nilai kepemilikan di atas Y rupiah, yang boleh melakukan tindakan A, B, C.
pemegang saham dengan kepemilikan dibawah Z% tidak berhak ikut J, K, L, sehingga tidak membebani anda dengan administrasi dan birokrasi yang tidak perlu.
hal ini bisa dibuat dengan sangat detail.
pihaks
ada banyak pihak yang berurusan dengan perusahaan.
ada pihak user/pelanggan, ada pihak karyawan, ada pihak investor.
kalau anda founder startup IT,
anda akan bangun sistem website bagi user,
anda akan bangun sistem untuk menangani karyawan.
sedangkan untuk investor, anda juga perlu bangun sistem tata kelola perusahaan, dan pembagian hasil & wewenang.
SHA
sistem untuk investor ini yang biasanya akan lebih baik dituangkan dalam bentuk dokumen SHA dan anggaran dasar (lihat postingan saya sebelumnya) kalau anda mau jadi expert dalam hal menangani investor, saran saya satu: sering-seringlah baca dokumen SHA (shareholder agreement) milik perusahaan lain.
koleksi dokumen SHA dari berbagai perusahaan dan pelajari mereka. kalau anda seorang founder, pelajari SHA dari perusahaan di mana founder-nya sukses — kalau anda bisa mendapatkannya.
kesimpulan
jadi:
- jangan bermain kasar dengan investor
- jangan pula merebut hak atau bagian investor.
kalau anda melakukannya, itu menunjukkan bahwa anda adalah pebisnis yang tidak berpengalaman.
bermainlah cantik. buatlah SHA yang bagus.
menjadi kaya raya dan sekaligus membuat investor untung besar itu adalah suatu hal yang sangat mungkin.
lihat sudut pandang investor
daripada berpikiran untuk merebut bagian dan hak investor, justru pikirkanlah bagaimana anda bisa menarik lebih banyak investasi lagi, membawa perusahaan anda ke level yang lebih tinggi.
posisikan diri anda sebagai investor.
investorpun ingin dan berhak untung (sebanyak mungkin) dari investasi ke perusahaan anda.
karena kalau anda sampai kasar ke investor, merebut hak investor,
maka sebenarnya di mata dunia: anda-lah yang menjadi penjahatnya.