Gaya Kepemimpinan Steve Jobs: Tidak ada alasan 2 min read

Steve Jobs menceritakan sebuah cerita pendek ke karyawannya saat mereka dipromosikan menjadi VP (direktur) di Apple.

alasan

Jobs akan beri tahu VP tersebut bahwa jika sampah di kantomya tak dikosongkan, Jobs tentu akan minta penjelasan dari petugas kebersihan.

“yah, kunci pintunya sudah diganti,” jawab petugas kebersihan itu dengan apa adanya. “dan saya ga bisa mendapat kunci.”

tanggapan petugas kebersihan itu wajar. alasan itu bisa dimengerti.

petugas kebersihan tak dapat melakukan pekerjaannya tanpa kunci. sebagai petugas kebersihan, ia boleh punya alasan.

“saat anda jadi petugas kebersihan, alasan itu penting,” Jobs memberi tahu VP yang baru diangkatnya.

“tapi di antara petugas kebersihan dan CEO, alasan tak lagi penting.”

“dengan kata lain, saat karyawan menjadi VP, ia harus menghilangkan semua alasan atas kegagalannya.

tanggung jawab

Seorang VP bertanggung jawab atas kesalahan apa pun yang terjadi, tak peduli dengan apa yang anda katakan.”

Jobs berkata, “alasan tidak lagi penting.”

jadi jangan pernah membuat alasan.
jangan pernah membuat daftar penyebabnya.

dan jangan pernah menunjuk jari ke orang lain.

kecuali, tentu saja, anda mengarahkannya pada diri anda sendiri — dan bertekad bahwa lain kali anda akan melakukan apa pun untuk memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai rencana.

hasil

apabila anda seorang pemimpin, terlebih jika anda CEO dari perusahaan yang bertanggung jawab pada investor, yang mereka minta hanyalah satu: hasil.

bagaimana prosesnya, apapun yang perlu dilakukan, ini tanggung jawab anda.
apapun alasan yang anda ajukan, itu tidak lagi penting.

investor melihat laporan rugi laba. angkalah yang berbicara. alasan apapun tidak penting.

mindset inilah yang akhirnya membawa Apple sebagai perusahaan paling bemilai di dunia, nomor 1.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *