disalahpahami 3 min read
founder startup sering kali memiliki pola pikir yang berbeda dengan kebanyakan orang lainnya.
tidak jarang aktivitas yang dilakukan tidak bisa dipahami oleh masyarakat awam — karena “hidup” mereka ada di masa depan, atau sebuah dunia yang sama sekali berbeda.
ambil contoh amazon, yang tidak pemah profit selama sekitar 15 tahun awal berdiri. ketika Amazon sudah profit, semua pada takjub.
the test
tapi ketika orang-orang masih berada dalam rentang waktu 15 tahun pertama Amazon berdiri, banyak yang mempertanyakan, is Amazon the real thing?
atau cuma kegilaan seorang Bezos?
the principle
Jeff Bezos pernah mengatakan,
“l don’t think every company can do that, can take that point of view. A big piece of the story we tell ourselves about who we are, is that we are willing to invent. We are willing to think long-term.
We start with the customer and work backwards. And, very importantly, we are willing to be misunderstood for long periods of time.
There will be at least two kinds of critics.
There will be well-meaning critics who genuinely misunderstand what you are doing or genuinely have a different opinion.
And there will be the self-interested critics that have a vested interest in not liking what you are doing and they will have reason to misunderstand.
And you have to be willing to ignore both types of critics.
You listen to them, because you want to see, always testing, is it possible they are right?
But if you hold back and you say, ‘No, we believe in this vision,’ then you just stay heads down, stay focused and you build out your vision.”

Bezos/Amazon berani mengambil resiko untuk disalahpahami untuk jangka waktu yang sangat panjang.
to be misunderstood
menjadi founder startup hampir pasti akan disalahpahami.
tentu, kita tidak boleh menutup telinga terhadap masukan.
tetapi juga tidak semua masukan perlu didengarkan.
bahkan ketika banyak orang yang memegang opini yang sama, dan punya argumen yang kuat dari sejarah mengenai hal tersebut. terkadang didukung oleh quote/kutipan orang terkenal.
orang sekelas Jack Ma bahkan tidak bisa memahami (atau setidaknya memiliki opini yang berbeda) mengapa penting bagi Musk untuk membuat roket pergi ke Mars, lebih dari prioritas aktivitas lainnya di bumi.
di saat semua orang dapat mengatakan hal apapun, dan mereka akan bisa tampak sangat benar — founder startup harus tahu dengan pasti di mana ia berpijak.
learn “that”
Steve Jobs pernah berkata,
“Life can be much broader once you discover one simple fact:
Everything around you that you call life was made up by people that were no smarter than you and you can change it, you can influence it, you can build your own things that other people can use.
Once you learn that, you’ll never be the same again”

long term high status
menurut Sam Altman, kita seharusnya lebih tidak peduli pada “short term low status” dibandingkan dengan “long term high status” yang seharusnya lebih dipedulikan.
dan, disalahpahami itu sebenarnya merupakan sebuah kekuatan. karena bisa jadi si startup founder dan para anggota team pemberontak kecil akan dapat membuka jalan menyelesaikan sebuah masalah yang belum pernah diselesaikan oleh orang lain sebelumnya.
The Strength of Being Misunderstood
idc
sedangkan si founder & legenda business bemama Coco Chanel malah lebih ekstrim.
dia berkata:
“l don’t care what you think about me. I don’t think about you at all.”
