Berpuas diri 3 min read
“complacency” artinya perasaan berpuas diri atas pencapaian yang telah dilakukan.
ada salah satu ucapan Bill Gates yang cukup terkenal:
“Success is a lousy teacher.
It seduces smart people into thinking they can’t lose.”
complacency adalah penyakit yang sering kali dialami oleh organisasi besar.
Kodak, Nokia, bahkan Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) turut mengalaminya juga.
complacency, is the enemy of greatness.
misalnya, di 2024 Warren Buffett sempat komplain bahwa Bill & Melinda Gates Foundation telah mengalami complacency, dimana ini ditandai dengan biaya operasional yang menggelembung, minat yang menurun terhadap tindakan bisa membuat giving / berbuat baik ke dunia menjadi lebih efisien.
Buffett terang-terangan mengatakan bahwa tidak akan memberikan uang lagi lebih banyak ke BMGF setelah Buffett meninggal.
Warren Buffett was reportedly bothered by high costs and complacency at Gates Foundation
sifat dasar manusia
rasa puas diri adalah salah satu sifat dasar manusia.
ini memberikan adanya rasa aman, yang diperlukan supaya mental seseorang tetap sehat.
tapi seseorang juga tak akan maju apabila terus tinggal di dalam complacency.
complacency perlu dilawan.
jadi, apa yang bisa menjadi counter dari complacency?
Bill Gates selalu mencoba memerangi complacency.
ia mengatakan,
“l was always running scared, So whenever Microsoft would [celebrate] anniversaries, I’d be like, ‘l have no time to look backwards.'”

Peter Beck & paranoia
ia adalah Billionaire, founder & CEO Rocket Lab, mengatakan bahwa “paranoia adalah salah satu superpower yang ia miliki.”
Peter Beck dikatakan “paranoid about everything, especially failure.” dan ini wajar karena literally yang ia bangun adalah roket, sama seperti SpaceX.
paranoia yang dimaksudkan adalah paranoia yang sehat.
ia melanjutkan, “No good entrepreneur ever really is like, ‘[Everything] is awesome'”,

Bezos
mencoba memerangi complacency dengan membangun kultur “it’s always day one”
ada orang yang sempat bertanya kepadanya, “seperti apakah gambaran Day 2?”
Bezos menjawabnya:
“Day 2 is stasis.
Followed by irrelevance.
Followed by excruciating, painful decline.
Followed by death.And that is why it is always Day 1.”
ini adalah filosofi yang bagus untuk memerangi complacency.

complacency tidak bekerja sendiri.
Buffett, yang sudah banyak menganalisa banyak perusahaan besar, merumuskannya sebagai ABC yang merupakan kanker bagi korporasi:
Arrogance, Bureaucracy, and Complacency.
rasa berpuas diri menimbulkan confident, tapi juga kesombongan (arrogance);
dan pada akhirnya, karena rasa malas dan tidak ada dorongan berusaha lebih jauh: menimbulkan Birokrasi.
menurut Buffett bahkan perusahaan terkuat-pun dapat roboh karena ABC.

complacency juga disebut sebagai, the silent business killer.
ia akan masuk secara perlahan-lahan, tanpa anda menyadarinya.
ia dapat membunuh bisnis, tapi juga sebagaimana manusia.
Eleanor Roosevelt mengatakan:
“More people are ruined by victory, I imagine, than by defeat.”
sedangkan Sir John Bond, mantan chairman of HSBC Holdings, mengatakan:
“l often think we should have a director of corporate insecurity because complacency is the Achilles heel of most companies,”

apakah anda atau bisnis anda pemah mengalami fase complacency?
apa cara yang anda tempuh untuk memastikan supaya complacency tidak terjadi pada diri anda / perusahaan anda?
