antara ide, business plan, dan eksekusi 4 min read
ini 3 hal dan tahapan business yang sama pentingnya.
1. Ide
ide penting karena menentukan business apa yang mau dikerjakan.
semua berawal dari ide. apakah idenya mau mengerjakan membuka toko online “saja”, atau mau membuat online marketplace yang menyasar semua market segment.
hasil akhir dari effort yang dikerjakan bergantung pada seberapa ambisius ide yang hendak dilakukan.
ide yang ingin mengerjakan toko online “saja”, biasanya akan sulit (bukan tidak bisa) untuk bersaing dengan ide online marketplace.
orang bilang ide tidak penting.
tapi menurut saya ide ini cukup penting, karena ide adalah langkah pertama. ide bisa menentukan visi.
steve jobs muda dulu punya banyak sekali pilihan untuk dikerjakan.
andaikata ia bersama Woz tidak memiliki ide untuk mengerjakan proyek elektronik pertama mereka, mungkin hari ini tidak ada Apple yang kita kenal.
2. Blueprint
kalau bisnisnya butuh investor, maka ide sendirian saja tak punya nilai jual.
ide harus dikonversi ke business plan. blueprint.
investor tidak invest ke ide.
investor invest ke business plan dan kemampuan untuk eksekusi.
ide tak harus mengerjakan sesuatu yang sama sekali baru.
ide bisa saja mengerjakan sesuatu yang sudah dikerjakan orang lain.
semua orang tahu tentang Amazon, Alibaba, sebagai beberapa startup yang paling bernilai di dunia.
tapi tidak semua orang bisa mereplika-nya.
tapi kalau anda bisa melakukannya, then it’s a business.
atau bisa pula mereplika startup lain yang lebih kecil yang sudah jalan.
selama anda punya business plan yang bisa membuat perusahaan anda menjadi seperti startup tersebut, bisa saja dikerjakan.
ATM: amati tiru modifikasi.
kalau anda bisa punya ide dan business plan yang sama sekali baru,
seperti Musk & Tesla & Hyperloop, it’s good.
but it’s not necessary.
business plan yang bagus, membuat orang yang mengeksekusinya jadi sulit untuk gagal.
contohnya orang yang mengambil franchise makanan cepat saji,
dia tinggal mengikuti seluruh blueprint yang sudah ditetapkan,
dan ka-ching! business-nya menghasilkan duit & profit yang sangat baik.
startup Selasar di Indonesia, tampilannya sangat mirip dengan Quora (platform tanya jawab asal US).
business model dari Ralali, sama seperti Alibaba.
Qlapa mirip dengan Etsy.
Tokopedia tentunya mirip-mirip dengan Amazon atau Taobao.
semua punya ide. semua punya blueprint. tapi ada yang berhasil, dan ada yang gagal.
3. Eksekusi
menentukan seberapa flexible penerapan di lapangan. terlebih ketika segala sesuatunya tidak berjalan lancar.
kalau kata Mike Tyson,
“everybody has a plan until they get punched in the mouth.”
Qlapa yang mengambil transaction fee 20%, dan akhimya 10%, masih kalah bersaing dengan Tokopedia dkk. Tokopedia tidak mengambil komisi transaksi.
Qlapa dengan mengambil komisi transaksi 10% pun masih terlalu besar buat user-nya.
Selasar, akhimya berujung dengan kematian ketika Quora mengimplementasikan Quora versi Bahasa.
Quora mengawali dengan versi bahasa inggris, lalu membuat konten terjemahan otomatis versi bahasa Indonesia, kemudian terjemahan yang kurang tepat diperbaiki dengan bantuan editor dari pasukan Quora. Selasar sulit untuk bersaing dengan user-base Quora yang sudah besar.
Sorabel (dulu Salestock), akhirnya juga harus tutup karena terlalu agresif melakukan ekspansi, dan kemudian tidak mendapatkan investor lagi setelah pandemi menghantam.
Qlapa, Selasar, Sorabel, gagal melakukan pivot1.
Plan B
memang jadi komentator lebih mudah daripada yang menjalaninya
nevertheless, beberapa business model Startup memang menyisakan sedikit ruang untuk melakukan kesalahan.
ada begitu banyak resiko ancaman terhadap kelangsungan hidup startup.
yang terbaik adalah kalau sebagai founder startup bisa menganalisa dan memetakan kemungkinan ancaman yang ada, dan sudah menyiapkan plan B apabila sesuatu tidak berjalan seperti rencana.
umumnya ancaman mematikan tidak akan langsung terjadi dalam 1 hari.
Tokopedia tidak langsung membunuh Qlapa (tentunya secara tidak langsung) tetapi butuh waktu berbulan-bulan sebelum Qlapa tidak punya ruang gerak.
founder startup harus bisa memperkirakan trend & masa depan dari kondisi yang terjadi di sekitarnya, jauh-jauh hari.
karena seperti kata Andrew Groove, mantan CEO Intel yang paling terkenal,
“only the paranoid survive.”
- pivot = mengubah strategi bisnis secara drastis sehingga bisa tetap berjalan & hidup. ↩︎