Tetap harus berhati-hati dengan penipuan online 2 min read
ini cerita dari istri.
istri merasa bahwa dia sudah cukup expert dengan segala jenis penipu di internet. dari yang mengedit bukti transfer, sampai yang nge-black-mail, dia bisa handle. jadi dia merasa cukup percaya diri melalang buana di internet.
beberapa minggu lalu, istri yang mengerjakan berjualan online, memutuskan untuk mencari supplier baru, karena supplier-nya selama ini mulai kurang dapat diandalkan.
terpaut ke 1 IG
istri sampai ke sebuah IG, yang terlihat cukup credible, normal.
ada foto-foto produk, foto-foto paket, screenshot testimonial.
postingan-postingan di IG tidak diposting sekaligus dalam waktu yang dekat, tapi ada interval dan kurun waktu yang cukup panjang.
dan si seller bahkan membagikan alamat mereka, serta melakukan share location di WA.
istri yang tertarik dengan produk grosir IG tersebut mulai kontak dengan si IG. istri berencana mencoba beli barang mereka seharga 1jt, yang bagi istri duit segitu bukan duit besar, jadi cenderung lebih mengentengkan komunikasinya.
dan si IG pun membalas istri dengan jawaban-jawaban yang profesional, dengan sabar. kalau IG penipu biasanya kan akan memburu-buru buyer supaya cepat transfer, tapi IG ini tidak. dia pasif, malah menunggu follow up dari buyer.
sampailah pada momen istri udah buka klikbca, mau transfer.
Godsend
tiba-tiba istri mendapatkan pesan dari IG tersebut, “ini kebetulan kami ada promo kak, pembelian pertama gratis ongkir.”
istri langsung, “deg!”
langsung ada perasaan tidak enak.
istri mulai mengecek ulang IG si seller tersebut.
diteliti ulang satu per satu fotonya. bukan hanya dilihat, tapi sampai di zoom.
setelah di zoom, barulah terlihat, bahwa tulisan kecil yang tertera pada paket yang dikirimkan, nama seller-nya itu beda nama toko.
dan foto itu harus di zoom, kalau tidak di zoom tidak kelihatan.
di zoom pun tulisan nama seller-nya agak pixelated gitu, jadi agak sulit terbaca dengan jelas.
tapi yang jelas bukan nama seller sesuai IG yg dimaksud.
kemudian istri mengecek nomor resi yang tertera pada foto paket.
biasanya buyer tidak akan sampai melakukan penelitian sampai sejauh ini;
biasanya buyer kelihatan nomor resi di foto, ya udah, dianggap milik toko itu.
ternyata informasi pengiriman paket yang tertera berbeda dengan detail toko tersebut.
langsung istri memutus segala komunikasi dengan toko tersebut.
moral of the story
dari situ istri belajar untuk tetap harus berhati-hati dengan orang baru, bahkan untuk transaksi yang tidak besar sekalipun.
nambah jam terbang lagi deh 🤣