Uang lebih berharga dari gengsi waktu jual perusahaan 2 min read
ketika anda jual startup/perusahaan, fokuslah pada uang, bukan pada nama besar atau “gengsi” acquirer. logo perusahaan pembeli mungkin kelihatan menggiurkan tapi di jangka panjang itu ga penting-penting amat.
banyak Founder bangga waktu diakuisisi oleh perusahaan besar ternama, karena setelah mereka diakuisisi, Founder akan terus bekerja di perusahaan yang mengakusisi.
kerja di perusahaan dengan merek besar kelihatan keren — tapi 1–2 tahun kemudian, hampir tak ada bedanya dari akuisisi ke perusahaan “biasa”.
Rekomendasi
- juallah pada yang membeli dengan nilai terbesar.
titik. lupakan logonya.
jangan tinggalkan uang di meja hanya karena tertarik pada nama besar pembeli. - jangan terlalu gantungkan harapan ke pekerjaan setelah diakuisisi.
“peran keren” yang dijanjikan bisa berubah, dan perusahaan besar punya dinamika internal yang berbeda dari startup. - pahami bahwa anda mungkin tak tahu alasan mengapa perusahaan besar membeli perusahaan anda.
apakah karena teknologi, pelanggan, team, atau sekadar defensif/strategis. prioritas mereka bisa berubah sewaktu-waktu. - dunia berubah cepat.
terlepas dari reputasi perusahaan pembeli saat ini, dalam 24–36 bulan “status keren”-nya bisa jadi sudah tak relevan lagi.
Makna untuk Founder
- keputusan akuisisi seringkali sangat emosional.
Founder melepaskan bagian hidup, pekerjaan, dan visinya tapi tetap harus diambil secara rasional. - moneter (uang, tunai, saham, paket retensi) jauh lebih stabil
dan bisa dihitung daripada “kehebatan nama besar”. - kenyamanan dan kepuasan pasca-akuisisi tidak bisa diasumsikan hanya karena nama pembeli; banyak variabel yang berubah.
- jika Founder mengejar akuisisi, jangan terlalu ambil hati apakah pembelinya perusahaan besar atau bukan.
selama valuasinya masuk akal, dan paket keuangan/pasca-akuisisinya jelas.
diringkas dari:
