konsistensi 6 min read

semua kisah di bawah ini adalah true story.

kisah 2 penjual makanan online

ada seorang kenalan teman baru, sebut saja si Cep. dia mengerjakan usaha berjualan makanan online. si Cep banyak belajar dan diajari oleh berbagai chef restoran yang cukup top. foto makanannya bagus, pakai HP seharga 6 jutaan. penyajian & plating 9/10. taste tidak mengecewakan. tetapi penjualannya tidak stabil. hanya cukup buat hidup.

seorang teman lain, sebut saja si Bro, berjualan snack buat kalangan bawah. ia baru berhenti bekerja dari sebuah perusahaan, hidup penuh pengiritan. memulai usahanya dari 0, tabungannya hanya cukup buat hidup 1 bulan. foto makanan awalnya hanya dari kamera hp 1 jutaan. belakangan mulai meningkat, dari kamera hp 3 jutaan. tetapi penjualannya laris & stabil.

dari sisi produk, produk si Bro tidak sampai 5 ribuan, bisa dibilang ga level dengan produk si Cep yang di kelas puluhan ribu. si Cep yang mendengar si Bro bisa menjual banyak, penasaran ingin tahu rahasianya.

si Cep akhirnya berkunjung ke rumah si Bro & istrinya. si Bro tidak percaya bahwa seseorang yang skill masaknya jauh di atas mereka, sampai harus mendatangi mereka buat berguru.

tidak banyak tips yang bisa dibagikan si Bro, karena dia sendiri sebetulnya juga gaptek. tapi ternyata yang membedakan si Cep dan si Bro mengkerucut ke satu hal: konsistensi.

si Bro sehari bisa pasang status WA 5x, posting IG 3x. padahal produk makanan yang dijual juga sama: ya itu-itu aja. setiap WA masuk dibalas dengan telaten (tanpa ada yang terlewat).

dan si Bro harus melakukan ini karena — jualan snack ini adalah satu-satunya harapan hidup dia. entah bagaimana caranya, harus ada penjualan, supaya anaknya tidak putus sekolah.

sementara si Cep, meskipun lebih jago, tetapi menu makanannya berubah-ubah. hari ini posting foto IG PO rawon, besok PO soto. besok pasang foto anaknya menang penghargaan, besok foto aktivitas running dengan sepatu baru, dan tidak posting foto makanan.

ternyata hanya dengan konsisten saja, bisa membedakan hasil akhir 2 buah bisnis cukup jauh.

kisah penjual nasi goreng

di kompleks perumahanku, ada seorang penjual nasi goreng dukduk (gerobak kelilingan). biasanya ia akan nongol ketika malam hari. tetapi tidak selalu setiap malam. mungkin beberapa hari tertentu ia keliling ke blok lain. 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, ia masih terus berjualan nasi goreng dukduk. nasib hidupnya tidak berubah.

di kompleks perumahan lain, ada seorang penjual tahu tek gerobakan yang setiap sore berhenti di depan sebuah tanah kosong. hari apapun ia selalu konsisten di tempat yang sama.

pembeli tahu tek mulai dari motor, mobil, atau juga bisa makan di tempat dengan duduk di kursi plastik yang ia sediakan. banyak mahasiswa jadi pelanggannya. tiap tahun, jumlah pembelinya selalu meningkat. akhirnya dalam waktu kurang dari 10 tahun dia bisa menyewa salah 1 bangunan yang semi tidak terpakai di kompleks perumahan itu, dengan parkiran mobil yang jauh lebih besar. perubahan hidup yang tidak buruk bagi seorang penjual tahu tek.

kisah istri saya

istri saya memulai sebuah usaha sampingan online di media sosial. awalnya hanya coba-coba, follower terus bertambah, tapi lambat sekali. butuh waktu lebih dari 2 tahun hanya untuk mencapai 1000 follower pertama. tapi memang dikerjakannya juga sambil lalu.

1000 follower ini sedikit, karena kompetitor di bidang yang sama, di kota kami, follower-nya sudah ratusan ribu. dan kompetitornya banyak, rata-rata juga punya follower puluhan ribu. saya tidak ada bukti sih, tapi banyak kompetitor sepertinya pada beli follower — meskipun setiap kompetitor juga pada bilang bahwa follower mereka asli. tapi dari tingkat interaksi akunnya, tidak seperti follower mereka asli. kecuali satu kompetitor terbesar yang sudah memulai 10 tahun yang lalu — yang memang sangat sulit untuk disusul.

istri saya punya prinsip ga akan beli follower, karena kuatir nanti akan justru merusak algoritma-nya — postingan muncul di akun non-manusia. jadi semua follower akun medsos istri saya adalah real followers. meskipun follower dari akun istri saya baru di angka puluhan ribu, tapi interaksi dari follower-nya beda jauh dibandingkan dengan akun-akun kompetitor yang sudah ratusan ribu. 2 tahun pertama dikerjakan tanpa ada penghasilan. dan istri saya konsisten mengerjakannya dengan hanya berpegang pada keyakinan nanti pada waktunya akan menghasilkan. tahun ke-3, mulai menghasilkan, tapi sebetulnya tidak cukup untuk menutupi biaya operasional.

di tahun ke-3, ada salah 1 akunnya yang kena banned karena ada postingan yang sudah lewat beberapa tahun lalu yang dianggap menyalahi standar komunitas, dengan follower di atas 50k — real followers semua. agak shock, tapi tetap berusaha merintis kembali. untungnya ada account cadangan yang jumlah follower-nya lebih sedikit. dengan konsistensi, istri saya memulai kembali.

istri saya punya satu slogan yang selalu ia sebut berulang-ulang: “CS tercepat di dunia” 😂 bikin ketawa tapi memang ia selalu berusaha melayani user dengan secepat kilat. mandi tidak pernah lebih dari sekian menit, ke toilet pun sering kali bawa hp buat balas pelanggan kalau ada pesan masuk 🤣 dan istri saya selalu berusaha memberikan pelayanan extra yang tidak diberikan oleh kompetitor yang lain.

di tahun ke-4 baru bukan hanya terasa menghasilkan tapi juga bertumbuh secara luar biasa, baik penghasilan, follower, maupun customer. tiba-tiba selalu ada pelanggan baru setiap hari — padahal sebelumnya ada lebih banyak repeat customers. account medsos istri saya jadi viral. pemasarannya dari mulut ke mulut antar pelanggan sendiri — karena mereka telah merasakan benefitnya.

seorang pelanggan setia berkata, dia hanya bisa merekomendasikan 2 account: 1 account yang adalah market leader (dengan follower hampir 1 juta), dan account istri saya. semua account lain yang follower-nya ratusan ribu tidak ada yang ia sebut.

tanpa perlu beli follower, hanya bermodal konsisten — ketika tiba waktunya berbuah, akan berbuah lebat.

kisah account FB

aku pernah punya account FB yang hanya posting 1 tema yang sama saja, yang diposting setiap hari. pada suatu titik, ada 1 postingan jadi viral, dan dalam 1 hari pertemanannya bertambah 2.5k orang. gimana ceritanya nge-accept 2.5k orang dalam 1 hari dan ga kena ban FB, aku juga ga tahu.

karena ada konsistensi dari tema yang diposting, friends yang comment juga sudah pada tahu tema apa yang dibahas. dan orang-orang dari minat yang sama berkumpul menjadi 1, bahkan bisa saling menjalin pertemanan sendiri.

kisah Khaby Lame

Konsistensi, juga merupakan rahasia dari seorang influencer bernama Khaby Lame. bagi yang belum tahu nama ini, googling sajalah buat detail orangnya.

Khaby Lame jadi terkenal karena ia terus menerus melakukan aktivitas dengan tema yang sama. ia baru mulai membuat video tiktok setelah dipecat pada masa pandemi, jadi kurang lebih hanya dalam waktu 1 tahun saja, kini ia memiliki kekayaan $2M, dengan penghasilan $200k per bulan dan rate $50k untuk setiap video promosi yang ia lakukan di 2021 ini.

tetesan air

air yang terus menerus menetes pada 1 titik akhirnya akan melubangi batu di bawahnya.

konsistensi berarti orang tahu apa yang akan mereka dapatkan dari anda.
konsistensi berarti ada fokus.
konsistensi berarti ada ketekunan.
konsistensi membentuk branding.
konsistensi bisa dilakukan oleh semua orang,

tapi tidak semua orang akan melakukannya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *