gaji & kekayaan founder 4 min read
berapa sih sepantasnya gaji seorang founder startup?
ada beberapa versi tentang hal ini: versi US & versi praktis. jadi begini,
versi Thiel
kalau dari versi US, kita bisa ambil dari perkataan Peter Thiel: “gaji seorang founder (CEO) itu sepantasnya kurang dari $150k/tahun.”
ini gaji yang diharapkan bahkan setelah pendanaan Series A. jadi meskipun series B, series C, gaji CEO tetap < $150k/tahun.
sebagai perbandingan, UMR di Silicon Valley adalah sekitar $40k/tahun. jadi bisa dikatakan gaji CEO diharapkan tidak lebih dari 4x UMR.
rasio gaji CEO terhadap nilai perusahaan
di 2024, rata-rata valuasi startup di series A itu antara $37M – $90M, dan series B $70M – $242M.
jadi kalau nilai perusahaan segitu dibagi gaji CEO, artinya CEO akan mengelola perusahaan yang nilainya 246x lipat s/d 1613x lipat gaji tahunannya.
jadi sebagai gambarannya, misalnya gaji si CEO Rp. 200jt per tahun, perusahaan yang dikelola itu mungkin bernilai antara Rp. 59,2 miliar s/d 322,6 miliar — atau lebih.

versi praktis
bagaimana dengan gaji CEO kalau dari versi praktis?
praktisnya, gaji CEO yang pantas adalah:
nilai serendah mungkin yang membuat dia bisa bekerja dengan fokus, sehingga tidak perlu mengurusi gangguan-gangguan kecil yang ada dalam hidupnya — tapi tidak cukup besar untuk membuatnya kaya dari gaji.
peran CEO adalah fokus membesarkan perusahaan dengan gaji secukupnya. masih ingat stevejobs dengan gaji $0-nya?
karena seharusnya yang membuat seorang founder kaya itu bukan gaji, tapi saham.
baik itu dari: kenaikan harga saham, atau bonus saham yang dia terima.
keselarasan & money on the table
saham sebagai kompensasi itu membuat motivasi CEO selaras dengan kesuksesan perusahaan: CEO kalau mau sukses, perusahaannya harus sukses dulu. sebaliknya, kompensasi gaji tidak selalu menyelaraskan kesuksesan CEO dengan kesuksesan perusahaan.
kalau anda founder, usahakan anda juga jadi CEO.
karena sebagai CEO, anda bisa dapat bonus saham dari perusahaan.
ini sama seperti elon musk, tim cook, nadella, mayer, dan CEO lainya.
founder yang mendirikan perusahaannya sendiri tapi tak mengeset bonus saham ke dirinya sebagai CEO, antara dia itu baik hati atau kurang pengalaman, atau mungkin memang tahu diri karena tidak punya skillset-nya.
nilai perusahaan mengikuti kesuksesan founder
banyak orang punya mindset bahwa naiknya nilai kekayaan founder itu adalah dampak dari naiknya nilai perusahaan. namun bagaimana kalau ternyata, sebetulnya naiknya nilai perusahaan itu sebetulnya yang menjadi dampak dari motivasi founder untuk meningkatkan nilai kekayaan dirinya sendiri?
ketika founder sejahtera, maka perusahaan-pun ikut sejahtera, investor juga ikut sejahtera.
saya sudah pernah membagikan, bahwa salah satu startup unicorn indonesia mendapatkan investasi yang kalau dirata-rata itu nominal investasinya naik 10x lipat setiap 2 tahun.
dari sebuah artikel, di awal startup diperkirakan si founder punya saham senilai sekitar Rp. 300 juta, dan setelah 8-9 tahunan, artikel lain mengatakan nilai sahamnya menjadi sekitar Rp. 7,1 triliun.
artinya, nilai kekayaan si founder juga turut naik kurang lebih sekitar 10x lipat per tahun.
jadi kalau tahun ini kekayaan founder adalah 100 juta,
2 tahun lagi kekayaannya naik jadi 1 miliar.
2 tahun berikutnya, kekayaannya jadi 10 miliar.
2 tahun berikutnya, kekayaannya jadi 100 miliar.
2 tahun berikutnya, kekayaannya jadi 1 triliun.
dalam 8 tahun kekayaannya meningkat 1000x lipat.
bagaimana dengan founder startup lain, yang mungkin bukan unicorn tapi kinerjanya cukup baik?
mereka mungkin sudah cukup puas kalau nilai kekayaannya meningkat 10x lipat tiap 3 tahun.
ini artinya dalam 9 tahun kekayaannya meningkat dari 1 miliar ke 100 miliar.
tahun ke 12, kalau semua berjalan lancar, mungkin bisa ke 1 triliun juga.
12 tahun untuk meningkat 1000x lipat.
atau, kalau ga bisa tiap 3 tahun, ya mungkin tiap 4 tahun meningkat 10x lipat masih bisa diterima.
ini artinya butuh waktu 16 tahun untuk kekayaan si founder (dan sebagian shareholder perusahaan) meningkat 1000x lipat.
masih cukup ok bukan?
gaji bukanlah fokus
karena itu bagi seorang founder, gaji bukanlah hal kelewat penting. gaji UMR-pun selama founder dapat hidup juga tak apa.
karena founder perlu fokus pada pertanyaan yang lebih penting: seberapa cepat kekayaan founder rata-rata dapat bertumbuh? 100%, 150%, 200%, atau bisa 300% tiap tahun?
berapa % kenaikan nilai kekayaan founder dalam 10 tahun?
butuh waktu berapa bulan supaya kekayaan founder bisa berlipat 2?
inilah hal-hal yang penting bagi founder.
gaji? ya secukupnya saja.