critical thinking 5 min read
di dunia ini, semua orang bisa punya pandangan apapun, didukung dengan argumen-argumen yang masuk akal, bahkan mungkin referensi.
kalau kita terlalu banyak mendengarkan pandangan orang, sangat mudah bagi kita untuk turut hanyut mendukung pandangan tersebut.
hal ini berlaku juga di dunia startup.
The myths
misalnya, ada beberapa hal yang sering “diagung-agungkan” dalam startup industry, sebagai cara implementasi paling benar:
- the lean startup movement
- 10x better product/service
- there can be only one
Lean Startup
lean startup (startup yang ramping) menceritakan bagaimana pemain di industri startup sebaiknya melakukan proses:
- membangun prototype
- cek bagaimana feedback user
- belajar, menyesuaikan & berinovasi sesuai dengan point no 2.
intinya adalah supaya jangan sampai kita terlanjur membangun produk yang kompleks, berdasarkan imajinasi kita, tapi ternyata belum teruji dan tidak dibutuhkan oleh user.
jadi proses eksekusinya harus dibangun dari iterasi-iterasi kecil, berjalan dengan langkah-langkah kecil, lalu menentukan ke mana harus pergi berdasarkan respon pasar. bukan 1 langkah besar.
10x Better
10x better product/service berbicara mengenai startup yang layak diinvestasi karena dia melakukan 10x lebih baik dari competitor yang sudah ada.
There can be only one
there can be only one, mengatakan bahwa the next billionaire tidak akan dihasilkan dari social network industry, atau search engine industry, tetapi dari mereka yang mengerjakan sesuatu yang baru. seperti Al (artificial intelligence) & IoT (internet of things).
The claim. and the reality.
jadi mudahnya, kalau bangun startup, cobalah bermain di area yang blueocean, yang mungkin belum pernah dibuat oleh orang sebelumnya.
tapi pada kenyataannya di lapangan, tidak semua bisa mengikuti pakem-pakem yang sudah banyak digaung-gaungkan tersebut. tak semua produk bisa mengikuti konsep lean startup.
Where Lean Startup failed
misalnya waktu pertama kali iPhone dibuat, kalau mengikuti konsep lean startup, hasil akhir produk iPhone mungkin akan jadi seperti produk blackberry dengan keyboard lebih bagus, misalnya.
seperti kata Jobs,
“Some people say, “Give the customers what they want.” But that’s not my approach.
Our job is to figure out what they’re going to want before they do.
I think Henry Ford once said, “If I’d asked customers what they wanted, they would have told me, ‘A faster horse!'”People don’t know what they want until you show it to them.
That’s why I never rely on market research.Our task is to read things that are not yet on the page.”
tidak semuanya butuh iterasi
atau kalau pabrik mobil mengikuti feedback dari para pengguna mobil,
mungkin yang terjadi adalah pengembangan mobil yang lebih irit BBM, bukannya mobil listrik.
dalam banyak kasus, yang diperlukan sering kali justru adalah “leap of faith’.
karena solusi yang lebih baik bukanlah dihasilkan melalui iterasi,
tapi melalui suatu solusi baru yang sama sekali berbeda dari yang sudah ada.
dibutuhkan out of the box thinking,
melihat dalam konteks yang lebih besar bird’s eye view daripada konteks kecil yang dilakukan.
you don’t need to make it better
Drucker berkata,
“There is nothing quite so useless,
as doing with great efficiency,
something that should not be done at all.”
tidak ada gunanya anda mengayuh kano anda sekuat mungkin dan seefisien mungkin,
kalau ternyata yang diperlukan adalah diam di tempat.
tidak ada gunanya anda melakukan iterasi dan inovasi untuk memperbaiki Blackberry sebagus mungkin,
kalau ternyata yang diperlukan adalah iPhone sebagai produk yang sepenuhnya berbeda.
konsep Lean Startup bagus kalau anda menguji hal baru.
tapi kalau anda menjiplak kompetitor: ATM (amati tiru modifikasi),
ya ga perlu mikir dan melakukan validasi ulang susah-susah.
sudah ada yang pernah melakukannya, tinggal menjalaninya ulang.
Where 10x-better & There-can-be-only-one failed
10x better product/service juga sama.
tidak semua startup harus lebih baik dari market yang sudah ada.
dan tidak harus selalu ‘there can be only one”.
kalau bisa seperti itu seperti Tesla yang overall bisa outperform mobil manapun,
roket SpaceX yang mengalahkan semua roket NASA yang sudah pernah dibuat — ya bagus.
tapi kalau mengikuti konsep “there can be only one” tersebut,
maka Google tidak akan pernah ada,
karena sudah ada Yahoo, Altavista, Excite, Lycos, Hotbot, Magellan, Infoseek,
dengan total ada 13 Search Engine raksasa sebelum Google mendapatkan pamor.
GoPro memang berhasil karena dia memasuki pasar blue ocean.
tapi dalam banyak kasus ocean itu terlalu luas untuk 1 pemain.
apalagi dalam hal retail: Ebay, Craiglist masih bisa hidup meskipun ada Amazon. bahkan masih ada Etsy, Boxed, NewEgg dan yang lainnya semua masih hidup dan profit.
jadi, tidak, kita tidak harus 10x lebih baik dari market yang sudah ada,
dan kita tidak harus selalu masuk ke dalam area blue ocean.
kalau bisa ya bagus, tapi kalau tidakpun, anda masih akan bisa tetap hidup. dan dengan baik.
dan mungkin setelah ada pondasi untuk berpijak,
anda bisa menciptakan eksekusi brilian berikutnya — seperti yang terjadi pada Google.
reflect & get your reasoning right
“You’re neither right nor wrong because other people agree or disagree with you.
You’re right because your facts are right and your reasoning is right – that’s the only thing that makes you right. And if your facts and reasoning are right, you dont have to worry about anybody else”
– Warren Buffett
atau seperti kata Mark Twain,
“whenever you find yourself on the side of the majority,
it is the time to pause and reflect.”
sering kali ketika berada dalam pola pikir mayoritas, artinya kita sudah terlambat.
misalnya dalam saham-pun demikian. titik terbaik sering ka;i adalah menjadi lebih awal dari orang lain.
menjadi lebih awal, atau justru: menjadi sama sekali berbeda.
always use critical thinking; get your facts right.
don’t just plainly follow the crowd / majority.