Cara Pandang terhadap Team 2 min read
beberapa waktu lalu, Meta melakukan PHK terhadap 8000 karyawannya, yaitu sekitar 10% tenaga kerja mereka.
banyak pebisnis punya cara pandang yang berbeda-beda terhadap team (karyawan) mereka.
sebagian pebisnis suka menganalogikannya sebagai keluarga, sebagian pebisnis lain menganalogikannya sebagai sport team.
melihat kasus Meta, ini mengingatkan saya ke satu hal,
saya suka memandang team seperti seperti 300 orang pasukan Sparta.
this is Sparta!
katakanlah 300 orang ini hendak berperang, menyerbu negara sebelah,
mereka harus melintasi padang rumput atau padang belantara yang jauh jaraknya.
maka tentunya yang harus dilakukan oleh pemimpin team adalah, melakukan seleksi terhadap prajuritnya.
kecuali jumlah stok rakyatnya terbatas, maka untuk maju berperang tentunya seorang panglima perang tidak akan membawa anak kecil, wanita yang secara fisik tidak didesain untuk melawan pria, dan orang-orang lanjut usia.
bahkan dari para pria, panglima akan memilih mereka yang paling fit, paling kuat tenaga dan staminanya, dan punya ketrampilan menggunakan senjata dan strategi.
300 orang ini harus bergerak cepat, karena jumlah logistik itu terbatas.
orang-orang yang lamban akan memperlambat kecepatan gerak team — seharusnya team bisa bergerak cepat, tapi karena harus menunggu orang-orang yang lamban ini gerakan mereka jadi tidak bisa mencapai kecepatan optimal.
300 orang yang bagus membuat team bisa berjalan 15 km/jam, tapi menunggu yang tertinggal bisa membuat team hanya jalan 5 km/jam
bisnis juga sama
bisnis adalah medan peperangan, perlu bergerak cepat, dengan logistik yang serba terbatas.
team diisi oleh personil yang payah, ya kalah.
logistik habis karena salah pengelolaan, ya kalah.
salah strategi karena ahli strategi ga bagus, ya kalah.
ga bisa menang karena tidak dibekali dengan senjata (tool) yang bagus, ya kalah juga.
kalau anda menang menyerbu sebuah kota, anda akan mendapatkan amunisi baru.
tapi kalau anda kalah ketika menyerbu kota, dan team anda adalah team satu-satunya yang anda miliki, maka anda akan kehilangan kekuatan pasukan, bahkan mungkin negara anda akan sulit pulih dan bangkit kembali.
pasukan elit
melihat team sebagai pasukan elit yang maju berperang akan bisa memberikan anda perspektif-perspektif baru.
anda akan memandang susunan team lebih serius,
sama seperti Brian Chesky yang menolak kompromi dengan kualitas first hires dari AirBnb.
team adalah masalah hidup dan mati. survivability.
jadi tambahan kata “elit” ini penting. elit berarti bukan pasukan biasa.
“elit” menaikkan standar dan ekspektasi anda terhadap team.
dan secara berkala memang perlu dilakukan medical checkup sebagaimana yang dilakukan Meta,
sehingga team menjadi lebih ramping namun tetap sehat.
hanya ketika anda serius membangun team anda,
barulah kesempatan menang di pertempuran itu bisa jadi jauh lebih besar.