apakah anda mempercayai FB? 3 min read

salah satu artikel lama tahun 2018.

ceritanya Facebook ketahuan mengumpulkan data kapan dan kepada siapa seseorang itu mengirimkan SMS atau melakukan panggilan telepon.

FB Trust Issue

kemungkinan memang FB tidak akan merekam pembicaraan telepon, tetapi tidak ada yang benar-benar tahu juga apakah FB juga membaca isi SMS kita. FB adalah social media. bahkan tanpa membaca isi pesan SMS sekalipun, tak selayaknya FB mengumpulkan data panggilan telepon dan data keluar-masuk SMS dari handphone seseorang.

memang balasan dari FB mengatakan mereka tidak menjual datanya ke pihak ke tiga (pihak Iain). SMS bukanlah data milik FB sendiri. tapi FB membaca hal-hal seperti ini. saya tak pernah bisa yakin seberapa banyak data saya yang sudah dibacai FB.

Update ToS WA yang bikin panik

hal-hal seperti inilah yang akhirnya membentuk reputasi FB sendiri, sehingga berujung pada kasus Terms of Service-nya WhatsApp, di mana users pada berlomba-lomba pindah cari chat app alternatif lain seperti Telegram & Signal.

begitu Terms of Service-nya WA ada update, langsung pengguna WA pada ketakutan & paranoid atas pelanggaran privasi. ya, itu akibat dari reputasi FB sendiri. dan itu sebabnya juga saya sebenarnya lebih prefer Signal daripada WA.

Telegram

bagaimana dengan telegram?

founder Telegram pernah ditangkap

“The block order was lifted in 2020, after Telegram agreed to apply measures to “counter terrorism and extremism” on the platform.”

dan ini:

“We’ve made it clear that the IP addresses and phone numbers of those who violate our rules can be disclosed to relevant authorities in response to valid legal requests,”

jadi menurut saya sih, meskipun kalau user biasa tidak melakukan kriminalitas tidak akan diekspos tapi ini menunjukkan bahwa Telegram-pun tidak sepenuhnya aman.

Startup US hampir tidak ada yang aman untuk user privacy

founder Telegram juga mengatakan, bahwa di US, pemerintah US punya hak untuk membuat karyawan dari perusahaan manapun untuk membuatkan backdoor (jalan rahasia untuk mengakses data user) kepada pemerintah US — dan bahkan karyawan tersebut tidak diperkenankan untuk memberitahu bos mereka tentang hal itu. dan hal ini dilindungi dengan hukum.

artinya, setiap data kita yang ada di startup US, baik itu whatsapp (meskipun sudah diberi private key, tapi saya tidak akan pernah bisa sepenuhnya yakin karena closed source), facebook messenger, gmail, google drive — pada dasarnya tidak ada yang sepenuhnya aman.

apakah kalau ditaruh di luar US bisa aman? ya belum tentu juga. semua tergantung dari kebijakan masing-masing startup dan bagaimana produknya dibangun.

aman dari pelanggaran user privacy itu kalau ada di storage offline kita sendiri.

satu-satunya produk yang saya cukup confident keamanannya untuk saat ini barulah Signal (chat app) karena open source. selain itu saya separanoid Zuckerberg yang memberi selotip pada webcam laptopnya.

tapi dari semua alternatif yang ada di pasaran, saya tidak akan pernah bisa mempercayai FB, karena memang FB punya reputasi panjang dalam hal pelanggaran user privacy, baik secara company maupun founder.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *