Untuk memimpin team, berjalanlah di belakang mereka 2 min read
menjadi follower yang baik sebagai pemimpin, tidaklah menjadikan anda sebagai pemimpin yang buruk.
terkadang kita perlu menjadi follower yang baik untuk menjadi pemimpin yang efektif.
kisah merpati
ada sebuah kisah yang menjelaskan konsep memimpin dari belakang:
induk merpati membuat sarang yang lembut dan nyaman untuk anak-anak mereka ketika masih kecil.
ketika tiba waktunya belajar terbang, induk merpati mulai mencabut bulu-bulu lembut itu. sarang yang tadinya nyaman menjadi tidak nyaman, memaksa anak-anak merpati keluar dan akhirnya belajar terbang.inilah arti memimpin dari belakang: membiarkan orang-orang anda mulai “terbang”, mengambil peran, dan memimpin prosesnya.
dengan cara ini, kreativitas dan produktivitas mereka meningkat.
banyak pemimpin hebat hari ini menerapkan prinsip yang sama:
mereka tidak hanya mendelegasikan keputusan penting, tetapi juga membiasakan diri memberi kesempatan ke orang lain untuk memimpin team mereka.
team melangkah di depan
mereka sadar bahwa untuk memaksimalkan potensi tim, mereka harus memberi ruang — membiarkan orang-orang mereka melangkah, membuat keputusan, dan bertanggung jawab.
dengan melakukannya, anda tak memimpin dengan dari barisan depan, tapi dari belakang.
ini bukan konsep yang baru, tapi hanya sedikit yang benar-benar menerapkannya.
lebih banyak yang takut dan tidak percaya pada team mereka.
jadi pada dasarnya,
ini tentang memberi kepercayaan dan rasa kepemilikan kepada setiap anggota team.
ketika ini berhasil dilakukan,
maka anda telah membangun team yang kuat, mandiri, dan siap bertumbuh.
inilah alasannya mengapa “untuk memimpin orang, berjalanlah di belakang mereka” akan selalu tetap relevan dalam segala jaman, dan selalu bisa jadi sumber inspirasi kembali bagi banyak pemimpin hari ini.