10 sifat bos yang sempurna menurut Google 3 min read
beberapa waktu yang lalu, Google menjalankan studi mendalam bernama Project Oxygen, yang berlangsung selama lebih dari 1 dekade.
fokus utamanya?
supaya bisa mendapatkan sifat-sifat apa yang bisa bikin manajer jadi sangat efektif.
kalau studi ini berhasil, hasilnya bisa diterapkan ke seluruh perusahaan, sehingga efeknya bisa langsung terasa karena jumlah karyawan mereka yang besar.
karyawan akan berkinerja lebih baik, lebih lama stay, juga puas.
ini juga menjadi kunci keberhasilan dari manajemen team yang universal.
jadi menurut Google, inilah daftar sifat manajer yang sempurna:
- punya visi dan strategi yang jelas untuk team
mereka paham kondisi tim saat ini, tujuan team ke arah mana, dan apa yang diperlukan untuk mencapainya.
dengn komunikasi yang efektif, mereka menjaga fokus tim dan memastikan tiap orang tahu perannya masing-masing. - mengambil keputusan dengan kuat
mereka tegas tapi tidak impulsif. mereka menimbang fakta dan masukan dari team, mereka bergerak maju, meski keputusan itu tidak selalu populer.
begitu keputusan dibuat, mereka berdiri teguh mendukungnya sepenuh hati. - fokus pada produktivitas dan pencapaian hasil
manajer hebat bukan hanya berkinerja baik secara pribadi, tapi juga meningkatkan kualitas kerja orang-orang di sekitarnya.
mereka turun tangan saat perlu, memberi contoh yang baik, dan menularkan semangat kerja. - memberi otonomi dan menghindari micromanagement
ada ruang untuk coba ide baru, bisa mengambil risiko yang terukur, dan belajar dari kesalahan.
perlengkapan kerja yang diperlukan difasilitasi, bisa kerja dengan fleksibel. - membangun suasana inklusif, peduli pada keberhasilan dan kenyamanan tim
ditemukan bahwa faktor terbesar dalam kinerja tim adalah “keamanan psikologis”.
ketika ini ada, orang merasa bebas untuk mencoba, mengakui kesalahan, bertanya, atau mengemukakan ide tanpa takut dipermalukan.
akhirnya, dari trust bisa tumbuh team yang kuat, dan manajerlah yang memupuknya. - mendorong pertumbuhan karier dan membahas kinerja
mereka memberi apresiasi yang jujur dan spesifik, tapi juga memberi kritik yang konstruktif dengan sopan.
mereka membantu team mencapai tujuan profesional setiap pribadi, yang pada akhirnya mendorong motivasi dan team akhirnya bisa memberi kontribusi terbaik. - menguasai keterampilan teknis untuk mengarahkan
mereka paham pekerjaan tiap orang, mulai dari tugas harian hingga tantangan yang terjadi.
jika masuk ke divisi baru, mereka meluangkan waktu untuk belajar dan membangun kepercayaan sebelum membuat perubahan besar atau memberi saran. - pandai berkomunikasi: mendengar dengan baik dan berbagi informasi
mereka benar-benar mendengarkan, jadi bisa paham kebutuhan tim, dan bisa berempati.
mereka bersikap terbuka, berbagi informasi penting, dan semuanya selalu dapat memahami alasan di balik keputusan. - coach yang efektif
manajer tidak langsung kasih solusi dari masalah, tapi menjadikannya sebagai media pembelajaran.
team hanya diberi panduan seperlunya, diarahkan, sehingga mereka punya pengalaman yang baik dan bisa bertumbuh. - bisa berkolaborasi dengan efektif
manajer yang buruk melihat timnya sebagai unit terisolasi, justru bisa diarahkan untuk berkompetisi dengan team lain.
manajer hebat justru melihat gambaran keseluruhan, dan mendorong team melakukannya hal yang sama, dan bekerja sama dengan team lain.
perusahaan berhasil yang melahirkan pemimpin dengan sepuluh kemampuan ini, kepercayaan akan tumbuh dari antara team, dan orang-orang terdorong menjadi versi terbaik dari diri mereka.
team akan mengikuti bukan karena paksaan, tetapi karena keinginan dari diri mereka sendiri.