Posisi umum C-Level / C-Suite 4 min read
Tergantung pada jenis perusahaan, ukuran, negara operasional, dan industrinya, jajaran C-Suite dapat mencakup sebagian atau seluruh posisi berikut:
Chief Executive Officer (CEO)
Bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan organisasi, memantau seluruh operasi di level tertinggi. Menetapkan strategi masa depan serta mengimplementasikan rencana dan kebijakan agar bisnis dikelola dengan baik. CEO juga merekrut para eksekutif C-suite lainnya dan umumnya memiliki kewenangan untuk memberhentikan mereka yang tidak memenuhi standar. Dengan demikian, CEO adalah pemimpin tertinggi dari seluruh eksekutif.
Chief Operating Officer (COO)
Biasanya menjadi orang nomor dua setelah CEO dan kadang duduk di dewan direksi. Mengawasi operasi harian perusahaan serta menyusun kebijakan dan strategi operasional. Jika tidak ada Chief Human Resources Officer (CHRO), COO dapat sekaligus menangani fungsi HR.
Chief Financial Officer (CFO)
Mengelola seluruh urusan keuangan perusahaan, termasuk penyusunan anggaran tahunan, pengelolaan arus kas, pelaporan keuangan, dan kepatuhan regulasi.
Chief Marketing Officer (CMO)
Mengarahkan strategi pemasaran, mencakup periklanan, manajemen brand, dan riset pasar. Tanggung jawabnya bisa meluas ke pengawasan teknologi pemasaran seperti business intelligence dan strategi mobilitas. Beberapa CMO juga mengambil peran sebagai suara pelanggan dalam perusahaan.
Chief Information Officer (CIO) dan Chief Technology Officer (CTO)
Dahulu keduanya hampir identik, namun kini perannya semakin berbeda. CTO biasanya memimpin pengelolaan sistem dan teknologi informasi perusahaan. CIO lebih fokus pada riset dan pengembangan, memastikan teknologi dapat dikembangkan menjadi produk atau layanan, serta memastikan seluruh inisiatif TI selaras dengan tujuan bisnis.
Chief Human Resources Officer (CHRO)
Mengawasi manajemen sumber daya manusia. Fokus utamanya adalah merancang dan menjalankan strategi talenta, mulai dari rekrutmen, pengembangan karyawan, manajemen employee experience (EX), pelatihan, hingga perencanaan suksesi.
Mengelola seluruh aktivitas terkait kepatuhan. Memastikan perusahaan mengikuti regulasi yang berlaku dan karyawan mematuhi kebijakan internal.
Chief Security Officer (CSO) atau Chief Information Security Officer (CISO)
Mengamankan data dan sistem perusahaan. Secara umum, CSO mengawasi keamanan fisik dan digital, sedangkan CISO fokus pada keamanan digital, meski batasannya bisa berbeda tergantung struktur perusahaan.
Chief Data Officer (CDO) atau Chief Digital Officer (CDO)
Mengelola tata kelola data perusahaan. Dapat pula memimpin upaya pengumpulan dan digitalisasi data yang diperlukan untuk memenuhi kepatuhan.
Contoh posisi C-level lainnya
Beberapa posisi C-suite hanya muncul di industri tertentu atau perusahaan khusus, dan dapat hilang jika tanggung jawabnya digabung dengan posisi lain. Contohnya:
Chief Analytics Officer (CAO)
Mengelola pemrosesan data, analisis, dan pembuatan insight untuk mendukung fungsi bisnis.
Chief Experience Officer (CXO)
Memastikan pengalaman positif dalam interaksi antara organisasi dan pelanggan eksternal.
Chief Green Officer (CGO)
Mengarahkan upaya keberlanjutan dan ramah lingkungan, termasuk pengurangan jejak karbon, program e-cycling, mitigasi e-waste, kepatuhan LEED, standar OSHA, serta memastikan proses produksi yang bersih.
Chief IT Architect (CITA)
Menyelaraskan kerangka teknologi di seluruh unit bisnis serta menyelesaikan masalah integrasi. Juga dapat mengoordinasikan para arsitek teknologi lainnya seperti security architect, data architect, mobile architect, dan cloud architect.
Chief Knowledge Officer (CKO)
Mengumpulkan, mengorganisasi, membagikan, dan menganalisis pengetahuan perusahaan, termasuk mengelola dokumen, sumber daya, dan orang-orang yang terlibat.
Chief Learning Officer (CLO)
Memastikan strategi dan program pembelajaran korporasi mendukung tujuan bisnis serta strategi manajemen talenta.
Chief Medical Information Officer (CMIO)
Menjadi penghubung antara departemen medis dan TI di organisasi kesehatan, serta memimpin tim yang menangani program klinis atau riset medis dan ilmiah.
Chief Privacy Officer (CPO)
Mengembangkan dan menerapkan kebijakan perlindungan data untuk mencegah akses tidak sah, serangan siber, dan kebocoran data.
Chief Process and Innovation Officer (CPIO)
Mengidentifikasi proses bisnis yang dapat ditingkatkan dan merekomendasikan cara mengoptimalkannya dari segi konsistensi, efisiensi, dan profitabilitas.
Chief Procurement Officer (CPO)
Mengelola pengadaan strategis barang dan jasa yang mendukung seluruh fungsi dan operasi perusahaan.
Chief Reputation Officer (CRO)
Mengawasi aktivitas yang dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap organisasi.
Chief Risk Officer (CRO)
Menilai dan mengurangi ancaman besar terhadap modal dan pendapatan perusahaan, mulai dari risiko operasional, kompetitif, regulasi, teknologi, hingga lingkungan.
Chief Social Scientist (CSS)
Mengembangkan kebijakan yang memastikan lingkungan kerja yang baik bagi karyawan sekaligus menjaga profitabilitas.
Chief Strategy Officer (CSO)
Merumuskan, memfasilitasi, dan mengomunikasikan rencana strategis jangka panjang perusahaan.
Chief Trust Officer (CTO)
Membangun kepercayaan publik terkait pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, dan penggunaan data pelanggan.