Pernyataan yang bertentangan namun Benar 2 min read

dua sisi

dunia sering kali menggiring orang untuk mengambil dua jenis kesimpulan: benar, atau salah.

hal ini sering digambarkan dalam film-film. superhero seperti superman digambarkan selalu benar. sementara itu villain (tokoh jahat) digambarkan selalu jahat / salah.

ini membentuk pola pikir yang mengarah ke 2 sisi: benar atau salah; hitam atau putih

ini bisa berbahaya. karena tidak sepenuhnya mencerminkan keadaan sebenarnya.

berbahaya bukannya karena ada area abu-abu.
tapi karena hitam dan putih bisa terjadi secara bersamaan.

all true statements

saya mengambil ini dari postingan Our World in Data.

beberapa pernyataan dapat benar sekaligus.

awful: dikatakan bahwa 15 ribu anak kecil mati setiap hari (setara dengan 4.2% dunia), artinya ada sekitar 11 anak mati setiap menitnya.

better: dulunya anak kecil yang meninggal bukanlah 4.2%, tapi 50%. jadi hari ini sebetulnya jauh lebih baik.

can be better: di european union, hanya 0.5% yang meninggal. jadi dunia masih bisa lebih baik lagi.

kalau boleh saya rephrase, yang merah bisa diganti dengan “situasi dunia ini buruk”, yang biru bisa diganti dengan “situasi dunia ini baik.”

sehingga akhirnya hal yang baik, dan hal yang buruk, keduanya bisa sama-sama terjadi dalam satu waktu bersamaan.

kalau ditarik lebih jauh, “dunia” digantikan dengan “saya”, maka menjadi “situasi saya saat ini sedang kurang baik” dan “situasi saya saat ini sedang baik”.

dan sebagaimana postingan dari Our World in Data ini, sisi ke tiga memainkan peranan yang paling penting, yaitu soal perspektif: “situasi saya bisa jadi jauh lebih baik lagi.”

dua statment tentang situasi, dan satu statement tentang perspektif atau harapan kedepan.

dalam bisnis

dalam perspektif bisnis, ini mengajari kita untuk tidak melihat semuanya dalam perspektif hitam dan putih.

banyak orang sering menyederhanakan segala situasi yang ada menjadi sebuah kesimpulan akhir: benar/salah, baik/tidak, hitam/putih.

tapi cara yang paling dewasa adalah, kita tidak dengan serta merta hanya menerima kesimpulan akhir saja; kita perlu tahu fakta-fakta di lapangan. situasi-situasinya.

karena terkadang hanya untuk menghasilkan sebuah kesimpulan, diperlukan untuk mengetahui belasan bahkan puluhan fakta di lapangan lebih dahulu.

jadi sebagai pebisnis kita jangan terbiasa untuk menerima hasil akhir saja dari bawahan, tapi juga perlu untuk mengetahui dasar-dasarnya. karena ketika situasi berubah, kesimpulan akan berubah, keputusan juga akan berubah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *