modal sendiri atau pakai investasi 2 min read

kalau anda memulai startup, anda punya 2 pilihan:

pakai modal sendiri/bootstrap, atau cari & dapatkan investasi.

ada startup tertentu yang pakai investasi, padahal seharusnya lebih cocok bootstrap. atau sebaliknya, ada startup yang seharusnya pakai investasi, tapi justru mengembangkan dengan bootstrap.

saya termasuk yang pernah melakukan kesalahan ini.
bagaimana seharusnya yang benar?

menurut saya, ini bisa dibedakan dari ukuran market-nya.

jadi seperti ini:

1. market besar: investasi.

sulit anda mau mengerjakan segala sesuatunya sendiri untuk market yang besar. ada begitu banyak bidang yang tidak bisa dikuasai bahkan oleh 2-3 founder sekalipun.

karena itu untuk startup jenis ini, founder yang serba bisa (versatile founder) sangat diperlukan.

contoh gampang: scaling server.
membangun berbagai layanan microservices.
di market yang besar, kecepatan masuk ke pasar itu penting.

ada banyak cerita bagaimana masayoshi son (softbank) mendatangi founder startup, menawarkan pendanaan besar ke founder.

banyak founder yang merasa tidak butuh pendanaan. dan masayoshi son akan mengatakan: baik, kalau gitu saya akan danai kompetitor anda (dengan modal yang sangat besar).

kalau anda punya kompetitor yang 10x lipat lebih besar, dan kini kompetitor anda akanjadi 100x lebih besar, tak butuh waktu lama untuk anda jadi tidak relevan lagi di pasaran.

di market yang besar, kecepatan penetrasi ke pasar itu berpengaruh.

banyak founder startup berkata mereka tak butuh modal untuk bertumbuh. founder ingin menguasai equity perusahaan sebesar-besarnya. banyak founder kelewat confident dengan kemampuan startupnya.

kenyataannya startup yang bisa menjadi unicorn dengan bootstrap hanya kurang dari 1%. sangat mungkin kurang dari 0.1%.

2. market menengah: investment

adalah memungkinkan untuk menggunakan investasi, dan kemudian membeli kembali saham yang dimiliki oleh investor, sehingga perusahaan jadi milik founder 100%.

tapi semuanya ini harus dituliskan di awal perjanjian.
tanpa kesepakatan di awal, founder tak dapat memaksa investor menyerahkan saham mereka.

ini bisa mempermudah dan mempercepat penguasaan pasar, dan tetap memungkinkan founder punya perusahaan dengan 100% kepemilikan.

3. market kecil: modal sendiri

terlebih lagi startup yang tidak perlu dana besar di awal, dan bisa menghasilkan revenue cepat.

biasanya bisnis jasa, konsultasi, atau software dengan biaya pengembangan kecil.
juga cocok buat bisnis yang masih coba-coba melakukan validasi idenya.

penutup

jadi bagaimana, apakah pilihan pendanaan yang diperlukan untuk startup anda sudah sesuai dengan besar market & ukuran ambisi anda?

atau, anda punya preferensi berbeda?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *