bangun bisnis modal sendiri atau dengan pendanaan? 2 min read
kalau bahasa startupnya, bootstrapped atau cari investasi.
the majority
kebanyakan founder startup akan menjawab, mereka lebih prefer membangun perusahaannya dengan sistem bootstrap. modal sendiri.
alasannya?
karena kalau cari investasi di tahap awal:
udah dapat nilai investasinya sedikit, investor akan minta porsi saham yang besar pula.
ini anggapan yang umum. dan tidak salah.
the alternate
tapi bagaimana kalau:
ada sebuah jalan untuk mendapatkan investasi besar? (atau setidaknya cukup besar)
yang mungkin nilainya tidak akan sebesar kalau didanai pada tahap yang sudah lebih siap,
tapi tetap nilai yang jauh lebih besar daripada yang bisa didapatkan secara normal?
investasi ini akan bisa mempercepat pembuatan produk/layanan tahap awal.
mungkin bagi banyak founder, ini akan menarik.
karena dengan banyak founder dengan memilih jawaban bootstrap itu,
mereka sebenarnya bermaksud mengatakan:
mereka tak ingin mendapatkan investasi yang kecil, mengorbankan kepemilikan perusahaan.

tapi andaikata mereka bisa dapat investasi besar di awal, dan itupun juga masih bisa ditebus kembali,
saya rasa mayoritas akan mau-mau saja untuk mendapatkannya.
karena jalan ini (seharusnya) menawarkan value yang lebih baik daripada bootstrap, dengan lebih sedikit downside.
craftmanship
tapi memang jalan ini tersembunyi. jalan yang tidak tersedia by default.
seseorang harus berpikir kreatif untuk bisa mendapatkannya,
bahkan menciptakan beberapa hal.
karena itu tidak semua orang tahu bagaimana cara untuk mendapatkannya.
dan karena itu saya bisa sangat relate dengan kutipan pada film Dune:
“there is a narrow way through.”
dan Kwisatz Haderach yang berarti shortening of the way.
because;
there is a way,
there is a narrow way through.
but first,
you will have to look:
at all the possible futures.
