8 Jenis Aset Pribadi sebagai Modal Usaha 3 min read
jika anda punya bisnis UMKM, atau hendak memulai bisnis, saya rasa ini akan bisa jadi perspektif yang berguna bagi anda.
anda baru mau memulai sebuah usaha? partner bisnis seperti apa kira-kira yang akan anda butuhkan?
sering kali seseorang yang mau memulai usaha, ia memiliki beberapa aset pada dirinya, sebaliknya, sering ia tidak memiliki aset/resource penting yang lainnya.
akan baik seseorang mengetahui personal asset apa yang ia miliki, kemudian apa yang tidak dimiliki dapat dicari dari orang lain, sehingga bisa menjadi leverage (daya ungkit).

Personal Asset itu bisa dibagi menjadi beberapa hal berikut:
1. Money
biasanya pebisnis pemula tidak punya asset ini.
dan orang yang memiliki asset ini, biasanya mencari orang yang berintegritas & bisa dipercaya.
2. Skill + 3. Knowledge
skill bisa berupa skill teknis untuk produksi, tapi bisajuga skill leadership dan skill manajemen lainnya. asset “Knowledge” sebenarnya berbeda dengan asset “Skill”, tetapi karakteristiknya mirip.
4. Waktu
orang muda punya banyak waktu, tetapi para pebisnis senior umumnya sudah punya bisnis utama dan tidak memiliki waktu.
5. Tenaga
mirip dengan asset Waktu, biasanya dimiliki oleh orang muda tetapi tak dimiliki oleh pebisnis senior. menurut saya ini adalah aset yang paling rendah nilainya.
6. Market
ada orang yang punya akses ke market tertentu.
seperti orang yang punya berprofesi sebagai Community Manager, misalnya. atau seorang Marketing Bank, yang apabila berpindah perusahaan, bisa membawa sebagian nasabahnya ikut pindah bersama dengan dia.
di era digital, follower yang banyak juga bisa menjadi sebuah asset.
7. Channel / Koneksi
ada orang yang punya channel ke pemerintahan, ada orang yang bisa mendatangkan barang termurah dari China, bahkan di dunia hitam juga ada orang yang punya koneksi jaringan preman.
orang-orang jenis ini dapat membuat suatu bisnis semakin maju, atau juga hancur.
8. Network
ada orang yang bertipe business Connector yang punya banyak jaringan koneksi berkualitas.
asset “Network” ini mirip dengan asset “Koneksi” (yang cenderung menjadi supplier) & asset “Market” (yang cenderung menjadi konsumen).
tapi “Network” saya pisahkan menjadi point tersendiri, karena:
- jaringan kuat yang dimiliki oleh seseorang bisa befungsi ganda baik sebagai supplier/koneksi maupun sebagai market/konsumen.
- belum tentu orang yang kebetulan punya “koneksi” yang berguna, akan memiliki “network” yang luas pula.
Complete the missing puzzle
ada orang yang punya skill, punya knowledge, tapi tak punya uang.
ada orang yang punya uang, tapi tak punya waktu untuk menjalankannya.
ada orang yang baik & bisa dipercaya, namun tak punya skill.
seiring dengan berjalannya waktu, akan semakin baik bagi seseorang apabila semakin banyak personal asset yang bisa dimiliki — dan sebaliknya: apa yang tidak dimiliki bisa dicari & digali dari orang lain.
demikianlah setiap orang di dunia memiliki personal asset yang berbeda-beda dan saling melengkapi satu sama lain.
evaluasi-lah asset apa saja yang anda miliki: ada di mana kekuatan asset anda, ada di mana kelemahan asset anda.
tonjolkan kekuatan asset anda. lengkapi asset lain yang bisa dilengkapi.
dan aset yang anda tidak miliki, tinggal anda cari dan gali dari orang lain.
Ketika semuanya lengkap
ketika puzzle telah lengkap, maka anda akan melihat gambaran yang nyata.
begitu bisnis berhasil mempunyai setiap asset yang ada di atas — tanpa ada puzzle yang hilang — niscaya bisnis tersebut akan dapat bertumbuh pesat.