Efek Marketplace Transaction Fee 2 min read

mayoritas kondisi penjualan toko online hari-hari ini lagi pada sepi.

beberapa tahun lalu, ketika transaction fee dari marketplace seperti lazada, toped & shopee masih di angka 1-2%an, aku sempat mengatakan (mungkin sempat posting juga di FB?) bahwa:

transaction fee akan bergerak ke arah 5% (karena aku tahu marketplace luar seperti Etsy itu mengambil transaction fee 5%);
bahkan aku mengatakan transaction fee marketplace indonesia bisa menuju 10%.

waktu itu tidak ada satupun yang percaya/sependapat denganku 😁

kini, transaction fee dari marketplace sudah ada yang mencapai 10%, bahkan ada beberapa yang lebih.

ya tidak semua sih, ada juga yang di bawah 10%, tapi kalau mau ikut event Flash Sale, sama saja harus nombokin biaya lagi.

penyebabnya adalah, di masa downturn (ekonomi sulit) seperti masa resesi saat ini, hampir tidak ada investor yang akan mendanai aksi bakar-bakar duit dari marketplace. tidak ada budget buat bakar uang.

akibatnya kini marketplace memperlihatkan wajah mereka yang sebenarnya, yang telah lebih dari 10 tahun ini berhasil disembunyikan: mengambil profit dari transaction fee 10%an.

dengan beratnya “pajak” dari marketplace di perdagangan online, maka perdagangan di offline kembali mendapat angin segar. dan kalaupun orang beli online, mereka akan lebih cenderung memperhatikan ongkir dan beli dari yang jaraknya dekat, seperti yang satu kota.

dalam masa sulit, akan muncul peluang.

prediksiku kedepannya akan ada startup marketplace-marketplace baru yang akan muncul yang akan mengekor jejak tokopedia dulu.

juga, karena beratnya proses jual beli di online saat ini, akan ada sebagian orang yang meninggalkan bisnis dagang produk, dan beralih ke jasa.

ya, dilihat saja 😁



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *