A-Players & their behaviors 3 min read
team building
salah satu misi penting dari startup founder di awal pembentukan startup adalah membangun team.
apabila team yang dibangun terdiri dari orang-orang hebat, maka orang-orang inilah yang akan lebih menentukan jalannya perusahaan, dan bukannya bergantung pada kemampuan founder-CEO semata.
misi founder-CEO lainnya yang tidak kalah penting adalah, menjadikan dirinya obsolete.
yaitu membuat dirinya tidak dibutuhkan lagi oleh team, sehingga team bisa berjalan dengan sendirinya, dan team tetap menghasilkan good performance.
apabila kondisi ini terjadi, maka bisa dikatakan CEO tersebut sudah sukses setidaknya dalam 1 hal. CEO bisa bebas memikirkan hal yang lebih penting, seperti visi jangka panjang perusahaan.
hire the A-Players
salah satu pepatah di dunia startup, hire-lah A-players.
alias orang-orang yang hebat & terbaik di bidangnya — yang dipopulerkan oleh Steve Jobs.
karena hanya A-players yang akan nge-hire A-players.
A-players tidak akan takut nge-hire A-players lainnya.
tapi dikatakan B-players akan merasa takut tersaingi,
sehingga B-players hanya akan meng-hire B-players dan C-players.
ini teori atau konsep yang cukup umum di dunia startup.
teori seperti ini bagus. tetapi dalam penerapannya mungkin perlu ada sedikit penyesuaian.

penyesuaian #1: no-jerk policy
jerk berarti orang yang bisa bertindak sesuka hatinya.
sering kali orang berbuat sesuka hatinya tidak peduli atas perasaan orang lain, karena dia merasa tidak akan ditindak / diberi konsekuensi atas tindakannya. dan karena dia merasa dia hebat.
merasa diri hebat, adalah salah satu karakteristik dari A-players. atau minimal jadi godaan dari A-players. tidak jarang didapati orang hebat suka bertindak semaunya sendiri, karena merasa kemampuan dan pencapaian orang lain tidak sebanding dengan dia.
banyak hal bisa terjadi, mulai dari tidak mematuhi aturan perusahaan, sampai kultur & kasus sexual harrassment yang belakangan mulai banyak terjadi pada beberapa perusahaan besar, dari perusahaan uber, blizzard, activision, sampai orang kepercayaannya bill gates, dan bahkan juga google.
1 orang jerk bisa menghancurkan keseluruhan kultur perusahaan.
1 orang yang bertindak semuanya yang tidak mendapatkan konsekuensi, bisa mengecewakan anggota team yang lainnya, atau mendorong anggota team lainnya untuk berbuat serupa.
dan kalau dirimu sebagai orang yang punya wewenang tidak menindak dia, atau memecatnya apabila perlu, berarti dirimu tidak menghormati anggota team yang lainnya.
penyesuaian #2: being kind is better than being right
ada orang-orang hebat dalam team itu bagus. tetapi kalau mereka kurang nice / kind, jadinya akan bertengkar sendiri.
pada akhirnya performa company akan lebih ditentukan oleh teamwork daripada performa seorang star.
coba pikirkan sebuah team basket. a good star will win the game. but a good teamwork will win the championship.
lagipula, tidakkah itu akan menjadi hal yang menyenangkan apabila your company diisi dengan orang-orang yang baik? 😊
tentunya ilmu manajemen tidak mengajarkan memilih opsi A atau opsi B, tetapi bagaimana bisa mendapatkan opsi A & B sekaligus.
jadi akan lebih bagus kalau bisa memperoleh orang-orang yang bukan hanya hebat, tetapi juga baik hati & menyenangkan.