AARRR Framework 4 min read

AARRR Framework atau “Pirate Metrics” diperkenalkan oleh Dave McClure sebagai kerangka metrik yang paling relevan untuk menilai pertumbuhan dan kesehatan startup.

kerangka ini menekankan 5 tahap utama user journey: Acquisition, Activation, Retention, Referral, dan Revenue. fokusnya adalah memahami perilaku user, bukan metrik yang terlihat keren tapi ga ada dampaknya ke bisnis.

AARRR membantu startup melihat alur lengkap bagaimana user menemukan produk, mencobanya, kembali menggunakannya, merekomendasikannya, hingga akhirnya menghasilkan pendapatan.

5 tahapan secara lebih detail:

1. Acquisition

bagaimana user baru menemukan dan mengunjungi produk pertama kali.
sumbernya bisa dari SEO, iklan, media sosial, event, atau referensi.
yang penting cuma sekadar jumlah trafik, tapi kualitas kunjungan juga — berapa banyak yang benar-benar tertarik dan melanjutkan ke tahap berikutnya.

tujuan:

  • meningkatkan jumlah uer yang pertama kali pakai produk.
  • mengidentifikasi sumber trafik paling efektif.

point:

  1. sumber akuisisi
    mengetahui apakah user datang melalui pencarian organik, iklan, media sosial, konten, atau rujukan komunitas.
  2. efektivitas biaya
    mengukur biaya per akuisisi (CAC) agar startup ga bayar terlalu mahal untuk user yang tidak berkualitas.
  3. kualitas trafik
    jumlah visitor tinggi tidak berarti baik jika mereka tidak terkonversi menjadi user aktif.
  4. keselarasan pesan
    pesan pemasaran harus konsisten dengan user experience, sehingga ekspektasi user tidak meleset.

2. Activation

menilai seberapa baik pengalaman pertama user.
apa user mendapatkan “momen aha” ketika pertama kali mencoba produk?
ini adalah momen di mana user merasakan nilai produk untuk pertama kalinya.
jika onboarding berjalan lancar dan “aha moment” tercapai, peluang user jadi aktif jauh lebih tinggi.

tujuan:

  1. bikin user paham manfaat utama dengan cepat.
  2. dorong user mencapai tindakan bernilai tinggi dalam sesi awal.

point:

  1. kecepatan menuju nilai
    semakin cepat user merasakan manfaat, semakin besar kemungkinan mereka kembali.
  2. onboarding sederhana
    user cenderung pergi jika langkah awal terlalu rumit atau banyak permintaan data.
  3. petunjuk visual atau walkthrough
    panduan yang baik membantu user memahami fitur utama tanpa frustrasi.
  4. penghapusan hambatan awal
    kurangi langkah yang menghalangi user sebelum mereka melihat manfaat produk.

3. Retention

kemampuan membuat user terus kembali dan menggunakan produk.
kalau banyak yang meninggalkan (churn) artinya produk belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan.
retensi adalah pondasi pertumbuhan jangka panjang dan lebih murah dibanding menarik user baru.

tujuan:

  1. menurunkan churn.
  2. meningkatkan jumlah user aktif harian/bulanan.

point:

  1. pengiriman nilai rutin
    produk harus memberikan manfaat berulang yang membuat user ingin kembali.
  2. notifikasi yang relevan
    pengingat yang tepat waktu (bukan sekadar spam) membantu mengembalikan user.
  3. fitur sticky
    fitur inti yang sangat berguna akan menciptakan kebiasaan penggunaan.
  4. analisis cohort
    mengamati bagaimana user group yang daftar di waktu berbeda tetap bertahan atau pergi.

4. Referral

user yang puas mengajak user lain untuk ikut menggunakan produk.
referral terjadi ketika user dengan sukarela merekomendasikan produk ke orang lain.
word-of-mouth yang kuat dapat mengurangi biaya akuisisi dan mempercepat pertumbuhan organik.
di tahap ini, yang penting adalah menciptakan pengalaman produk yang cukup memuaskan sehingga mendorong user untuk berbagi secara alami.

tujuan:

  1. menciptakan pertumbuhan organik lewat rekomendasi.
  2. menurunkan CAC (biaya akuisisi) dengan memanfaatkan jaringan user.

point:

  1. pengalaman luar biasa
    tidak ada program referral yang sukses tanpa kepuasan user lebih dahulu.
  2. program yang mudah digunakan
    user harus bisa merekomendasikan produk dalam beberapa klik.
  3. insentif menarik
    hadiah, akses fitur premium, atau poin dapat meningkatkan motivasi berbagi.
  4. kekuatan word-of-mouth
    rekomendasi teman lebih dipercaya dibanding iklan atau promosi tradisional.

5. Revenue

bagaimana startup menghasilkan uang dari user, dan seberapa besar.
penting untuk memahami seberapa banyak mereka bersedia membayar, bagaimana perilaku pembelian mereka, dan berapa besar nilai jangka panjang (LTV).
juga harus dinilai apakah biaya akuisisi (CAC) masih sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan.

tujuan:

  1. jadikan model bisnis berkelanjutan.
  2. memahami aliran revenue yang paling menguntungkan.

point:

  1. konversi user gratis ke berbayar
    optimalkan user journey menuju pembelian atau langganan.
  2. konsistensi nilai
    harga harus sebanding dengan manfaat; jika tidak, churn akan meningkat.
  3. diversifikasi pendapatan
    revenue dapat berasal dari langganan, transaksi, komisi, atau penjualan fitur tambahan.
  4. Lifetime Value (LTV)
    memahami nilai total yang dihasilkan user selama siklus hidup mereka.

sumber: AARRR Framework- Metrics That Let Your StartUp Sound Like A Pirate Ship



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *