comfort of the rich 2 min read
postingan ga penting.
minggu lalu saya menemukan sebuah kutipan secara tidak sengaja:
“the comfort of the rich depends upon an abundant supply of the poor.”
kenyamanan dari para orang kaya bergantung terhadap pasokan melimpah dari orang miskin. 😂
kutipan tersebut dicetuskan oleh Voltaire, seorang filsuf yang telah lama menjadi favoritku.

latar belakang
konteks kutipan ini tentunya sesuai dengan era masa Voltaire masih hidup, yaitu era sebelum Revolusi Perancis dimana terdapat kaum bourgeoisie dan proletariat.
dan seminggu ini saya sering terlintas kembali tentang kutipan ini, lalu saya merenungkannya dalam konteks startup / business. kalau dipikir-pikir kutipan ini sebetulnya tidak selalu benar, tapi di
sisi lain memang banyak betulnya juga.
perspektif bisnis
Zuck kaya karena banyak poor people yang menggunakan FB. Bezos juga kaya karena banyak poor people yang menggunakan Amazon.
SpaceX (belum sih, tapi akan) nanti akan membuat Musk makin kaya bukan dari poor people.
Louis Vuitton juga membuat Bernard Arnault makin kaya juga bukan dari poor people, tapi lebih dari para middle classes.
supply of the poor
bagaimanapun, kutipan ini benar banget dalam hal abundant supply of poor people.
lebih mudah untuk menjadi millionaire / billionaire di China daripada di Malaysia karena ada lebih banyak millionaire di China karena market (poor people) yang lebih besar.
Indonesia?
ya tengah-tengah sepertinya, ga sebanyak China tapi juga ga sesedikit Malaysia.
moderate difficulty 😂