4 hal yang tak dimengerti Founder tentang investor 4 min read

banyak startup founder (terutama yang berasal dari latar belakang teknis) tidak benar-benar mengerti apa yang diinginkan oleh investor.

mereka membuat perhitungan yang kompleks tentang valuasi perusahaan, dan revenue perusahaan, berapa banyak saham yang akan diperoleh investor. ini semuanya bagus, namun bukan yang terpenting.

startup founder cenderung memulai dari valuasi perusahaan karena memang itulah yang berarti bagi founder. valuasi, revenue, equity — ini penting dari sudut pandang founder.

tapi dari sudut pandang investor, itu bukanlah yang terpenting.
yang terpenting bagi investor sebetulnya sederhana: ROI.

dia invest berapa, dia dapat return berapa.
valuasi, revenue itu semua hanya penting karena dapat mempengaruhi ROI. tapi ROI ke investor bisa dibuat dengan tidak harus terlalu tergantung pada valuasi.

bisa saja investor diberikan saham lebih sedikit tetapi benefit lebih besar, sehingga akhirnya ROI-nya tetap besar.

1. ada banyak cara untuk memberikan ROI ke investor

saham investor sedikit bukan jaminan ROI kecil — dan sebaliknya saham investor lebih banyak belum tentu jaminan ROI besar.

capital gain dari saham hanyalah salah satu media untuk ROI. masih ada banyak media lain yang bisa digunakan. ini adalah hal yang pertama.

2. periode ROI

startup founder cenderung memiliki visi jangka panjang untuk startupnya. ia bisa menuliskan panjang lebar mengapa startup dia akan unggul dalam jangka panjang.

startup founder membayangkan market yang besar berarti investor bisa return berkali-kali lipat, mungkin ratusan kali lipat.

dan memang ini hal yang penting bagi founder: keuntungan jangka panjang. karena most likely founder bakal menerjuni startupnya lebih dari 6-8 tahun. mungkin 10 tahun.

tapi bagi investor, sering kali hal yang diinginkan hanyalah untung secepat-cepatnya.
investor jangka panjang lebih jarang. jangka menengah juga agak jarang.
yang ingin untung dalam jangka pendek — banyak.

apabila startup founder hanya menekankan pada keuntungan jangka panjang, tapi tidak berfokus pada keuntungan jangka pendek, atau setidaknya menengah — maka startup founder meleset mengenai apa yang penting bagi investor: ROI jangka pendek & jangka panjang.

penting bagi founder untuk menjelaskan ROI jangka pendek sehingga founder tetap membumi.

3. likuiditas

yaitu: bagaimana caranya supaya investor bisa exit sewaktu-waktu. alias likuiditas.
ini tentunya juga berkaitan dengan hal ke-2.

ketika investor memiliki saham perusahaan, dan ia ingin mencarikannya/menjualnya — seberapa mudah atau seberapa sulit hal ini? apakah perusahaan akan membantu mencarikan orang lain yang mau membeli saham investor?

atau investor akan terkunci/terjebak pada perusahaan selama 10 tahun (atau berapa tahun) tanpa bisa menjual sahamnya?

startup yang bisa memfasilitasi investor untuk menjual sahamnya, akan memiliki potensi yang lebih besar untuk mendapatkan investasi karena itu berarti investasinya lebih liquid bagi investor.

karena tidak ada gunanya kalau investor punya saham yang nilainya naik 5x lipat dalam 1.5 tahun, tapi setelah itu nilainya stagnan dan harus menunggu 10 tahun baru bisa dicairkan.

ke siapa? bagaimana caranya? dan pada harga berapa? bisa keluar pada pertengahan investasi akan memberikan likuiditas, dan hal ini nilainya bisa jauh lebih tinggi daripada sekedar ROI yang tidak pasti naik atau turun dalam jangka waktu lama.

4. perlindungan nilai investasi.

ini adalah faktor keamanan investasi bagi investor.

investor institusional seperti VC punya banyak teknik untuk melindungi nilai investasi mereka, seperti pakai klausul anti dilusi dan pengaman-pengaman lainnya lewat hak-hak khusus investor.

saya tahu ada setidaknya 25 klausul VC yang bisa membantu mereka mengamankan investasi mereka.
tapi pada prinsipnya mengerucut ke satu hal: investor berinvestasi adalah untuk untung, untuk cuan, bukan untuk rugi.

jadi perlindungan investasi akan memberikan benefit tinggi pada investor.

bagian ini bukan suatu keharusan bagi founder. apabila founder punya bargain power tinggi, tanpa bagian inipun investor bisa bersedia berinvestasi. tapi apabila founder dapat mengusahakan hal ini, ini akan lebih memudahkan bagi investor untuk invest.

contoh pertanyaan yang perlu dijawab, misalnya:

dalam kondisi perusahaan sedang turun, apakah nilai investasi investor ikut berkurang nilainya (sama rata dengan milik founder), atau ada perlindungan untuk nilai investasi dari investor?

klausul seperti anti dilusi bisa melindungi nilai investasi investor, tetapi sangat merugikan founder.

ada juga variasinya seperti weighted average anti dilution, dimana nilai investasi investor berkurang, tetapi tak terlalu banyak sedangkan founder juga rugi tapi tidak sebesar kalau full anti-dilution.

biasanya klausul anti dilusi hanya dipergunakan oleh investor profesional, bukan investor awam.

faktor lain seperti siapa yang mengeksekusi, besar market, strategi dll — semua tentu juga penting,
tapi itu sudah menjadi hal yang mendasar bagi investor.

penutup

ya, 4 hal itulah yang penting bagi investor, tapi sering terlewat dari perhatian founder:

  1. mekanisme ROI
  2. ROI jangka pendek
  3. likuiditas
  4. perlindungan nilai investasi

ujung-ujungnya 4 itu adalah beberapa hal yang terpenting bagi investor.
sayangnya banyak founder missed akan hal-hal ini karena mereka tak mencoba melihat dari sudut pandang investor.

bagaimana menurut anda? hal apakah yang ingin anda tambahkan?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *