Kenapa pakai pseudonym account 2 min read
banyak orang ga terpikir — why would one even want to make fake or pseudonym (nama samaran) account.
bagi beberapa orang, not using real account itu lebih nyaman, lebih bebas posting hal-hal yang tidak bisa diposting di real account.
misalnya:
- halauan politik
kalau hal seperti ini posting di real account, hasilnya mudah ditebak, pasti akan ada 1-2 orang yang bakal unfriend. padahal bisa jadi orang tersebut kita kenal di real life. - soal spiritual belief
kalau yang model begini ya ga di linkedin, dan postingnya di komunitas yang punya kepercayaan yang sama. - bisa testing buat posting hal-hal yang mungkin sensitif
test the water, kalau kira-kira diposting seperti ini, atau komentar dengan jalan seperti ini, tanggapan orang-orang bagaimana ya. lebih bebas berekspresi.
kalau setelah test the water ternyata postingan seperti itu aman, baru diposting di real account. - lebih ada room for errors
mungkin kita tidak posting hal yang sensitif. tapi ternyata ada aja orang yang bisa tersinggung dengan apa yang kita posting. let’s say kita ga sengaja silap lidah mendukung / tidak mendukung LGBTQ. menetapkan dukungan kita pada sisi yang manapun pasti bakal ada yang menghujat kita. - bisa punya network suka-suka
bisa tahu ada kejadian apa yang lagi ngetrend di dunia maya karena punya network yang lebih luas. - sudah menjadi orang yang dikenal public
memang sebaiknya tidak banyak meninggalkan digital footprints yang nantinya dapat di screenshots etc. eg: focus ngomongin tentang business aja. dan jangan sampai diasosiasikan ke salah satu golongan tertentu. words on the internet are not written on sands. - pekerjaan bikin stres / orang butuh hiburan
real-life brain teaser yang bisa keep brain alive & active.
di sisi lain, drawback-nya (sisi kekurangannya) adalah:
lebih sulit mendapatkan real life network from the internet, dan dipandang aneh sama orang-orang.