Mengenai Term Sheet 3 min read
sheet artinya lembaran kertas, term artinya termin, atau ketentuan.
ini adalah aktivitas saya sekitar 1 bulanan ke depan.
term sheet dalam dunia startup adalah salah satu dokumen terpenting dalam startup, karena bisa menentukan nasib hidup perusahaan/founder selama 10-15 tahun berikutnya.
bagi yang awam dengan dunia startup kemungkinan besar tidak pernah dengar istilah term sheet sebelumnya.
gambaran term sheet
term sheet biasanya diberikan oleh investor (VC) kepada founder, yang berisi ketentuan-ketentuan yang diminta oleh investor sebagai persyaratan mereka untuk berinvestasi. term sheet bukanlah surat kontrak, namun point-point ketentuan dalam bahasa manusia sebelum nanti dijadikan surat kontrak dengan bahasa legal-nya.
term sheet bukan hanya berisi si investor mau berinvestasi sebesar berapa dan mendapatkan berapa lembar saham, tetapi juga power play: siapa boleh melakukan apa, sejauh mana.
founder sering kali baru pertama kalinya berkenalan dengan term sheet ketika mereka melihatnya, sedangkan term sheet sudah merupakan makanan sehari-hari dari PE (private equity) investor.
term sheet dari investor cenderung kurang favorable
pada event kompetisi startup, tidak jarang founder startup akan diberi kesempatan investasi oleh panitia yang bekerjasama dengan investor, dan para founder hanya punya kesempatan membaca term sheet dan harus menentukan keputusan mengambil atau menolak investasi dalam beberapa hari saja (tidak jarang hanya diberi waktu satu hari karena event kan harus berjalan secara kontinyu) — sehingga memberikan keuntungan besar bagi investor kalau mereka mendapatkan founder yang masih belum berpengalaman.
dalam term sheet ada detail seperti apakah investor mendapatkan kursi direksi, dividen, anti dilusi (nilai investasi investor tidak bisa berkurang, sehingga kalau nilai perusahaan turun, mereka akan mendapatkan saham lebih banyak), liquidation preference (misalnya investor invest 1 miliar, liquidation preference 2x artinya waktu perusahaan dijual, investor harus mendapatkan 2 miliar terlebih dahulu, barulah founder mendapatkan bagian hasil penjualannya), dan berbagai macam ketentuan lainnya.
tidak jarang founder startup newbie hanya mengharapkan investasi, dan mereka tidak mengerti dengan detail arti klausul investasi. padahal bukan tidak mungkin, apabila founder asal menyetujui term sheet, maka ketika perusahaan dijual, founder hanya mendapatkan $0 alias tidak mendapatkan apa-apa sama sekali dari hasil penjualan saham.
yang bagus adalah, klausul pada term sheet harus memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, bukan hanya investor saja, maupun founder saja. win-win condition. tetap harus berhati-hati dengan shark investor, atau investor tipe penjajah.
term sheet seharusnya win-win
karena saya tidak mencari pendanaan dari VC seperti kebanyakan startup lainnya, maka saya bisa mendesain sendiri term sheet yang saya mau.
dan berbeda dengan VC yang merupakan investor profesional, yang kalau memberi term sheet pasti lebih menguntungkan mereka (which, sebaliknya, akan merugikan founder) dalam banyak skenario, investor awam akan bisa lebih flexible.
lagipula karena struktur perusahaan saya yang s/d 3 level dan ada aliran arus kas antar perusahaan, mungkin akan ada hal-hal yang menjadi ganjalan buat VC, sehingga mau tidak mau harus mencari investor awam.
beberapa bulan kedepan saya juga masih akan cukup padat. banyak meetings (which ternyata bikin lebih sibuk mengurusi sisi business daripada mengurusi sisi teknis), jadi mungkin aktivitas FB akan menjadi lebih sedikit, baik dalam posting maupun nongol di kolom komentar teman-teman 😁
still, i’ll do my best to keep up with you guys.