Keinginan 2 min read
aku sangat terkesan dengan kalimat pertama di Bab I pada buku pelajaran ekonomi SMP sehingga kalimat itu masih terngiang-ngiang sampai sekarang.
kalimat pembuka pelajaran ekonomi itu berbicara mengenai definisi ilmu ekonomi: yaitu bagaimana cara-cara yang dilakukan untuk memenuhi keinginan manusia, sehingga bisa tercapai kemakmuran.
masalahnya kita semua tahu: begitu keinginan yang satu terpenuhi, akan timbul keinginan yang lainnya, sehingga yang namanya kondisi “kemakmuran” itu adalah sesuatu hal yang sangat sulit dicapai.
๐ซ๐ฉ๐ช๐ง๐ฐ๐ฆ๐จ๐ง๐ข๐ฃ๐ป๐ท๐ฅ
Bisakah dikendalikan?
keinginan adalah salah satu hal di dunia yang paling sulit untuk dikendalikan.
bahkan manusia sejak jaman dulu sudah berupaya untuk mengkategorikan keinginan-keinginan manusia ini ke dalam “seven deadly sins” yang berbicara mengenai kategori keinginan-keinginan terdalam manusia.
kalau dipikir-pikir, seven deadly sins itu memang sudah bisa merangkum sebagian besar keinginan manusia.

Selalu ada yang baru
Bill Gates yang sudah menjadi orang terkaya no 1 di dunia saja, semua keinginannya dalam hal ekonomi dapat terpenuhi, akhirnya banting setir ke dunia charity & philantrophy.
1 keinginan menjadi kaya terpenuhi, muncul keinginan yang lain — meski beda kategori, bukan dalam hal material. manusia memang tidak akan pernah kekurangan keinginan. selalu ada keinginan-keinginan baru yang mau dipenuhi.
mungkin bahkan ketika seseorang sudah bisa memiliki seluruh dunia pun, ia masih akan memiliki keinginan yang baru lagi.
the world is just, not enough.
Doraemon
bahkan doraemon saja mengerti: “aku ingin ini itu banyak sekali.”
segala macam solusi dari masa depan sudah dikeluarkan dari kantong ajaib doraemon, tapi nobita tak kunjung puas juga. ganti episode, ganti keinginan.
ah, jangan-jangan, nobita adalah kita.
are we not?
