Investor Penjajah 3 min read

seperti halnya startup — ada yang baik & ada yg kurang baik — investor juga sama.

tidak semua investor itu baik, ada juga yang buruk.
akan ada investor yang hanya menuntut haknya saja.

istilah saya buat investor seperti ini: investor penjajah! (pakai tanda seru biar mantap)

memang sih akan ada investor yang invest sedikit uang ke sebuah perusahaan, yang akan menjadi investor pasif. angel investor biasanya termasuk investor pasif.

tapi ketika startup sudah menerima pendanaan dari investor yang level Venture Capital, yang biasanya bisa invest dana awal antara $1M s/d $10M — maka praktek pada umumnya adalah investor tersebut akan membantu mengarahkan manajemen perusahaan; serta turut berbagi resource yang ia punya, seperti koneksi & pengetahuan know-how.

sayangnya — tidak semua investor akan jadi seperti itu.

WA Group Investor

beberapa bulan lalu, ada seorang kawan menghubungi aku, menawarkan memasukkan proposalku ke dalam group alumni sebuah sekolah yang katanya kebanyakan anggotanya adalah direktur dan CEO perusahaan nasional yang cukup besar.

biasanya beberapa anggotanya kalau tertarik invest di startup akan saling urunan untuk mengcover biaya kebutuhan pendanaan startup. semacam crowdfunding dari komunitas executive.

dia memberikanku contoh proposal startup orang lain dan dokumen profil foundernya, yang terdiri dari 2 orang 25-30 tahunan. startup produksi kosmetik ini hanya bermodal ide & business plan, tetapi ia meminta pendanaan 11 miliar. normalnya pendanaan awal itu kira-kira ditukar dengan 15-25% equity perusahaan, jadi company valuationnya akan berkisar sekitar 60 miliar rupiah.

setelah ngobrol sekilas, dia bercerita, bahwa biasanya mereka di group itu akan meminta:

  1. si founder menerima gaji UMK (wajib, no nego)
  2. menanyakan sumber penghasilan sehari-hari si founder, mereka berharap si founder dapat menghidupi dirinya sendiri sembari membesarkan startup.

gaji founder

bagiku ini langsung menimbulkan red flag, investor seperti ini adalah investor penjajah.

I get it: gaji Founder idealnya tidak tinggi supaya bisa hemat kas perusahaan.

but can you imagine, 2 orang founder masing-masing bergaji UMK (which should be, around 3-4jt an, idk) yang mengelola dana 11 miliar? hal ini sangat potensial menimbulkan masalah:

  1. founder yang memiliki biaya hidup yang seharusnya lebih tinggi dari UMK akan ada banyak godaan untuk korupsi
  2. founder butuh dana buat mengembangkan potensi dirinya. ada banyak resource berbayar di internet untuk meningkatkan pengetahuan si founder. mulai dari langganan Tech in Asia yang harganya berkisar 1jt an per tahun, hingga resource internet marketing berbayar yang dapat meningkatkan sales perusahaan berkali-kali lipat.
  3. founder butuh dana buat meeting & rekrut anggota team. tentu banyak hal bisa dilakukan secara online, lewat zoom dan kawan-kawannya. tetapi sebagian kecil orang akan lebih nyaman kalau berbicara secara offline di cafe resto. business meeting dengan partner perusahaan juga sama.

workaround

lagipula, perusahaan pada awalnya adalah milik founder.

misalnya founder bisa saja raise funding 10 miliar (anggap aja investor terima 20% equity, founder 80%) dengan gaji UMK. tapi kalau founder raise funding 10.5 miliar (jadi investor 21% equity, founder 79% equity + 500 juta cash untuk cover living cost) itu akan menjadi hak founder juga (meskipun sebetulnya kalau kelewat besar ya jadi concern buat investor juga).

gaji founder yang ideal, dari aku membaca-baca beberapa sumber referensi startup, adalah cukup untuk mengcover living cost (needs) tetapi tidak cukup untuk menjadikan dia kaya (wants). salah satu sumber menyebutkan sekitar 20 jutaan untuk jakarta, per 2021 ini.

jadi, entah mereka (group WA yang diceritakan temanku) ini investor yang memang punya sifat menjajah founder, atau mungkin hanya sekedar tidak berpengalaman.

no deal is better than bad deal

tidak semua investor itu sama, ada yang bagus, dan ada yang kurang bagus. tidak hanya investor yang harus pintar memilih startup, founder startup-pun harus pintar memilih investor.

karakter investor yang tidak sesuai, dilewati saja — sebelum justru jadi masalah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *